Dibuka 27 September, Akses Intim ke Davao Lewat Manado

Berita
Dr. Sinyo Harry Sarundajang
Dr. Sinyo Harry Sarundajang (foto : Tribunnews)
Bagikan:

MANADO — Kabar gembira bagi warga Indonesia Timur khususnya lagi di Provinsi Sulawesi Utara. Hal ini menyusul akan dibukanya Rute Manado-Davao yang akan diresmikannya pengoperasiannya mulai 27 September.

” Saya dan Duta Besar Filipina untuk Indonesia Leehiong T. Wee juga akan hadir dalam peresmian penerbangan Manado-Davao, sekaligus turut serta dalam penerbangan perdana tersebut,” ungkap Duta Besar LBBP RI untuk Filipina, Kepulauan Marshall, dan Palau, Dr. Sinyo Harry Sarundajang dilansir Manado Post kemarin.

Dijelaskan Sarundayang Maskapai penerbangan yang akan melayani rute tersebut adalah Garuda Indonesia dengan jadwal 2 kali seminggu dan kemungkinan besar dapat bertambah.

Mantan Gubernur Sulut ini mengungkapkan pendekatan ke berbagai maskapai penerbangan baik maskapai di Filipina dan di Indonesia telah dilakukan, termasuk dukungan pemerintah kedua negara.

“Garuda Indonesia atas rekomendasi Menteri BUMN Indonesia akhirnya memilih untuk membuka kembali jalur penerbangan ini,” ungkapnya.

Diakuinya terbukanya kembali rute penerbangan menurut dia tidak lepas dari dukungan dan kerjasama Duta Besar Filipina untuk Indonesia, Leehiong T. Wee, demikian pula dukungan dari Presiden Rodrigo Duterte dan Presiden Joko Widodo.

“Saya yakin dengan terbukanya jalur penerbangan ini, akan memberikan akses dari dan ke Filipina kepada kurang lebih 17 provinsi di Indonesia Timur (Intim) yang berada di Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Maluku Utara, Papua, Bali dan Nusa Tenggara,” ucap dia.

Dijelaskan Sarundayang, selain untuk tujuan wisata seperti Borocay, Cebu dan Palawan, Filipina juga merupakan tujuan Pendidikan (sekolah) bagi warga Indonesia. “Ada beberapa universitas terkenal seperti Universitas Ateneo, Universitas De La Salle, Universitas AIIAS (Adventist International Institute of Advanced Studies), dan Seminari-Seminari Katolik,” ungkapnya.

Menurutnya hal ini sangat potensial karena biaya tiket menjadi lebih murah dibandingkan selama ini harus melalui Jakarta, Singapura dan Kuala Lumpur. Masyarakat Sulawesi Utara akan sangat diuntungkan. Untuk itu Sulawesi Utara harus mampu berbenah diri baik infrastruktur dan SDM.

Sangat memungkinkan ke depan Bandara Sam Ratulangi dapat menjadi hub port konektivitas Indonesia ke beberapa negara di Asia Pasifik. “Untuk itu perluasan bandara Sam Ratulangi harus dilakukan,”bebernya.

Apalagi diakuinya posisi Sulawesi Utara sangat strategis untuk jalur penerbangan ke beberapa negara di Asia seperti Malasysia, Singapura, Brunei, Jepang, Tiongkok, Korea, Thailand, Vietnam, dan lainnya bahkan hingga ke Amerika. (MP/BC-AM)

Tag: ,
Next Post

Gugatan Mantan Kasat Pol PP Poso Kandas

POSO – Upaya mantan Kasat Pol PP Poso bernisial SA yang menggugat penetapan dirinya sebagai tersangka kandas di pengadilan.
Suasana Sidang praperadilan mantan Kasat PolPP dan Pemadam Kebakaran Poso, di PN Poso, Jumat (20/9). (Foto: kumparan)