Spetakuler “Goyang Mopobibi” Tuai Pro Kontra, Jadi Viral di Media Sosial

Azis
Warga banjiri goyang mopibi (foto : Facebook)
Warga banjiri goyang mopibi (foto : Facebook)
Bagikan:

GORONTALO – Terlepas dari pro kontra, “Goyang Mopobibi” yang digelar Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam rangkaian penyelenggaraan Festival Danau Limboto 2019 kemarin Minggu (22/9) memang spetakuler. Pasalnya selain dibanjiri ribuan warga kegiatan di kawasan Pakaya Tower ini mampu mencatatkan diri dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

Namun dibalik kesuksesan ini, ternyata Goyang Mopibibi ini menuai kontroversi ditengah masyarakat. Sejumlah kritikan disampaikan ke Pemda Kabupaten Gorontalo selaku penyelenggara kegiatan. Menariknya berbagai kritikan ini disampaikan masyarakat secara langsung dalam status di media sosial. Akun Pakuni misalnya mengungkapkan Mopibibi, Goyang Syahwat murka Allah.

Tangkap layar postingan terkait

Tangkap Layar Postingan Terkait (sumber : Facebook)
Tangkap Layar Postingan Terkait (sumber : Facebook)

Tautan Postingan di Facebook : MOPOBIBI, GOYANG SYAHWAT MENGUNDANG MURKA ALLAH

Dalam uraiannya yang diposting di Portal Gorontalo, Pakuni mengungkapkan soal impian semisal penghargaan MURI goyang Mopibibi diperoleh pemimpin. Namun keinginan itu bertentangan dengan sunatullah, justeru hanya mendatangkan murka Allah swt.Menurutnya Goyang Mopibibi apapun alasannya tetap saja mempunyai dampak negatif karena lenggak-lenggok wanita yang dipertontonkan di depan umum memancing syawat pria bukan mahramnya.

Postingan yang banyak mendapatkan tanggapan beragam ini menjadi viral di group Portal Gorontalo.Bahkan hingga berita ini ditulis, terdapat dua ribu tiga ratus lebih yang meberikan like. Sementara warga net yang memberikan komentar mencapai seribu dua ratus komentar.Dan dibagikan lebih dari enam ratus kali.

Pro kontra tanggapan yang mencapai seribu lebih tersebut, ada yang setuju dengan status Pakuni diantaranya disampaikan Athin L’diu, Emmy Indrawati Thalib, Mahmud Wahid, Ksatria, Tantri Ismail, Rany Tuna Ismail, Novhy Machmud Bundanya Nugie, Risky Toyi. “Sy juga kurang setuju sama goyang tidak jelas begini apalagi depan orang banyak yang bukan mahrom mempertontonkan aurat di muka orang banyak,” ungkap Roni Ibrahim.

Selanjutnya akun Fahrel Jibril menyarankan lebih baik membuat kegiatan zikir apalagi dilakukan pada pagi subuh. “Mending Zikir atau sholawatan dari pada Goyang gak jelas,” ujar Ana Abdulah memberikan dukungan. “Zikir bersama dengan sholat Istiqhsa itu lebih afdol,” timpal Silvanis Resty Dunggio.

Selanjutnya status Pakuni ini diluruskan akun Azis Usman. Menurutnya Goyang Mopobibi itu suatu gerakan olahraga, sehingga itu tidak masalah menurutnya. “Daripada yang seperti orang tua dulu polodulahe bo mo badayango itu sirik menduakan Tuhan,”ujarnya.
Tanggapan lain yang tak setuju dengan Pakuni disampaikan akun Tari. “Kalo saya lihat sejenis line dance kayak pato-pato begitu bukan tari strip dengan pakaian sopan tidak ada unsurpornograpi disana,”ungkapnya. Bahkan tari balik bertanya.”Pilih yang mana nonton goyang Mopobibi atau nonton porno di HP atau pigi bagate minum yang jelas-jelas maksiat,” paparnya.

Pendapat ini dikuatkan Intan Permatasari. “Yang jelas goyang mopobibi itu salah satu olahraga dari zaman dulu. Oma-oma jaga pigi ba dayango-dayango,” ungkapnya. Sejalan dengan pendapat tersebut, Abuzakir Ahmad Zacky misalnya meminta Pakuni untuk memperbaiki diri sendiri. “Perbaiki saja diri sendiri Pakuni jgn urus orang lain. Toh itu hanya senam biasa untuk kesehatan,”ungkapnya.

Polemik status ini mendapatkan tanggapan Meykon Akurama yang menyarakankan harusnya Pakuni gentle menyampaikan pendapatnya langsung ke Bupati bukan membuat status yang hanya menuai pro kontra ditengah masyarakat. “Jadi ti Pak sama dengan mengadu domba, dalam agama tidak dibenarkan,”ujarnya. (BC-AM)

Next Post

Tusuk Perut Wasit, Okto Maniani Disanksi Berat

JAKARTA – Okto Maniani nama yang tidak asing bagi persepakbolaan Indoensia. Namun karena tersandung kasus penusukan perut wasit.
Okto Maniani /Net