Edarkan uang Palsu di Gorontalo dan Manado, Warga Sulbar Diciduk Saat Beraksi di Poso

Azis
Kasat Reskrim didampingi KBO Reskrim Ipda Andy Setiawan, Ipda Nandito Marbun Kanit Tipiter dan Ipda Basyirun selaku Kasubag Humas saat konferensi pers.(Foto: Humas Polres)
Kasat Reskrim didampingi KBO Reskrim Ipda Andy Setiawan, Ipda Nandito Marbun Kanit Tipiter dan Ipda Basyirun selaku Kasubag Humas saat konferensi pers.(Foto: Humas Polres)
Bagikan:

POSO – Empat warga asal Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat ditangkap jajaran Reskrim Polres Poso setelah mengedarkan uang palsu di Manado hingga Gorontalo. Para tersangka PL, ER, AR dan YN diciduk ketika beraksi di wilayah Pamona Kabupaten Poso.

Bersama barang bukti (Babuk) uang palsu sebanyak 290 lembar kertas pecahan uang 100 ribu yang terdapat tujuh nomor seri yang belum diedarkan. Kasat Reskrim AKP Aji R. Nugroho dalam konfernsi pers menjelaskan kronologis terbongkarnya aksi para tersangka.

Berawal dari laporan warga di Polsek Pamona Utara. Yang mengungkapkan adanya mobil yang menggunakan uang palsu.”Dari laporan itulah kami bersama jajaran Polsek Pamona Utara melakukan razia dengan target mencari mobil para pelaku,”ungkap Kasat Reskrim dihadapan awak media.

BACA  Dua Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi

Selanjutnya dari razia inilah ditemukan keempat pelaku, yang akhirnya mengakui perbuatannya.”Dari dalam mobil itu ditemukan barang bukti uang palsu sebanyak 290 lembar kertas pecahan uang 100 ribu yang terdapat tujuh nomor seri yang belum diedarkan,”bebernya.

Kasat yang didampingi KBO Reskrim Ipda Andy Setiawan, Ipda Nandito Marbun Kanit Tipiter dan Ipda Basyirun selaku Kasubag Humas. menguraikan, dihadapan penyidik para tersangka mengaku mengedarkan uang palsu dengan cara membeli rokok hingga membeli minuman diwarung atau kios kecil yang berada di wilayah Poso.

“Selain Poso yang menjadi target, keempat tersangka sebelumnya sudah mengedar uang palsu di wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Utara dan Gorontalo, “ungkapnya.

Dari pemeriksaan , Kasat mengungkapkan, tersangka sebelumnya juga telah mencetak uang palsu lebih dari 400 lembar, namun sebagian uang palsu dibuang karena sudah dalam kondisi luntur.

BACA  Dua Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi

“Dari babuk uang palsu yang kami amankan sebanyak 290 lembar, masih ada babuk yang lain tapi pelaku telah membuang hasil cetakan uang yang lain pecahan sama berjumlah 200 lembar di wilayah Toli-Toli karena uang sudah dalam kondisi luntur,” ungkapnya.

BACA  Dua Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi

Sementara uang palsu dibuat para tersangka dengan menggunakan bahan kertas HVS yang kemudian di scan lalu diprint menggunakan printer merek Canon. Selain babuk uang palsu, polisi juga mengamankan uang asli senilai 740 ribu dari hasil pengembalian membeli rokok, dan babuk rokok yang dibeli tersangka.

Kini keempat tersangka pembuat dan pengedar uang palsu dikenai UUD No 7 tahun 2011 tentang mata uang, pasal 36 ayat 2 dan 3 dengan ancaman 10 hingga 15 tahun penjara. (KS-RYN/Awi/BC-AM)

Tag: ,
Next Post

Trend Pembunuhan Keluarga, Ibu dan Dua Anaknya di Sukabumi Bunuh Bocah Perempuan 5 Tahun

SUKABUMI – Kasus pembunuhan sesama keluarga yang melibatkan keluarga dekat seolah menjadi trend di beberapa bulan terakhir ini. Belum lama ini kasus pembunuhan berencana terkait rebutan harta oleh AK, warga BACA  Dua Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi
Evakuasi Korban (foto : detik.com)