Korban Ricuh DPR Capai 254 Mahasiswa Polisi Tangkap 94 Orang

Berita
Suasana Umjuk Rasa
Suasana Umjuk Rasa
Bagikan:

JAKARTA – Korban kericuhan di depan DPR/MPR RI (25/9) sore hingga malam mencapai 254 mahasiswa dan pelajar dan 39 polisi juga terluka. Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan 11 di antaranya dirawat inap. “Dokter masih mendalami kenapa yang bersangkutan dirawat inap.

Pak Kabid Humas Argo Yuwono juga akan melihat ke rumah sakit,” kata Gatot dilansir Tirto Id. Sementara yang hanya rawat jalan, Gatot mengatakan kemungkinan besar mereka terkena gas air mata.

Salah satu rumah sakit yang menampung para mahasiswa itu adalah Rumah Sakit Pusat Pertamina. Per kemarin hingga pukul 20.30, ada 76 mahasiswa yang dirawat. Ini terpampang di papan pengumuman rumah sakit.

BACA  Pelajar Dilarang ikut Demo, Mendikbud Terbitkan Surat Edaran

Ada pula yang dirawat di RS Mintohardjo. Sejauh ini belum ada informasi soal korban jiwa, seperti yang dinyatakan pula oleh Gatot. Meski begitu, ada beberapa mahasiswa yang terluka fisik parah. Salah satunya mahasiswa jurusan hukum Universitas Al Azhar bernama Faisal Amir (21).

Dia dirawat intensif di RS Pelni. Berdasarkan keterangan kakak Faisal, Rahmat, kepala adiknya harus dioperasi dan juga di bahu kanan. Menurutnya, berdasarkan keterangan dokter, tengkorak kepala adiknya retak. Juga ada pendarahan di daerah tersebut karena hantaman benda tumpul.

Ada pula seorang korban non-sipil yang terkena lemparan batu di daerah kepala. Ini terjadi saat bentrok antara mahasiswa-polisi pertama kali pecah, sore hari. Seorang saksi mata mengatakan pelempar batu adalah polisi yang ada di belakang gerbang DPR yang dekat dengan jembatan penyeberangan.

BACA  Demo Ratusan Mahasiswa Ajukan Lima Tuntutan

Gatot juga mengatakan ada 39 polisi mengalami luka karena dilempar batu. Ada pula yang patah tangan, klaimnya. Selain itu dia juga bilang polisi mengalami kerugian materiil. Satu water canon hancur dirusak mahasiswa, juga tiga pos di daerah Palmerah, Slipi, dan belakang DPR.

Selain mengungkapkan korban, Polisi juga menangkap 94 orang. “Kita sudah amankan beberapa orang, itu lebih kurang jumlahnya sebanyak 94 orang,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (25/9).

Dari 94 orang itu, diungkapkan Gatot, salah satunya kedapatan membawa bom molotov yang diamankan oleh Polres Metro Jakarta Barat.”Salah satu yang sudah kita tangkap bawa molotov adalah seorang pelajar yang sudah kita amankan di Polres Jakbar,” tuturnya.

BACA  Satu tewas, Satu Kritis, Demo Mahasiswa di Kendari

Soal identitas dan peran 93 orang lainnya, Gatot tak menjelaskannya. Gatot menyampaikan saat ini 94 orang yang ditangkap itu masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

Polisi, kata Gatot, juga mendalami kelompok-kelompok di luar mahasiswa yang ikut terlibat aksi kerusuhan itu.Ia menegaskan jika mereka terbukti ikut terlibat dalam aksi kerusuhan dan perusakan sejumlah fasilitas, maka akan diproses hukum sesuai dengan ketentuan.

“Kita akan melakukan tindakan tegas terhadap mereka, kita akan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap Gatot.(Tirto/CNN/BC-AM)

Tag: , ,
Next Post

45 Anggota DPRD Sulteng Resmi Dilantik

PALU– Meski di halaman kantor DPRD diwarnai dengan aksi unjuk rasa mahasiswa yang menuntut penolakan revisi sejumlah rancangan undang-undang di DPR RI. BACA  Puluhan Mahasiswa Aksi Demo di UNG
Ketua PT Sulteng Mochamad Djoko ketika melantik 45 anggota DPRD Sewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsilteng periode 2019-2024 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulteng, (FOTO: HUMAS).