Wartawan di Sulteng Ancam Boikot Berita Polisi

Azis
JURNALIS TVRI Sulteng, Ryan Saputra didampingi sejumlah rekan seprofesinya saat melapor di mapolda setempat terkait kasus perampasan dan penghapusan rekaman liputan demo mahasiswa di Palu. (FOTO: IST)
JURNALIS TVRI Sulteng, Ryan Saputra didampingi sejumlah rekan seprofesinya saat melapor di mapolda setempat terkait kasus perampasan dan penghapusan rekaman liputan demo mahasiswa di Palu. (FOTO: IST)
Bagikan:

PALU –Kejadian perampasan kamera dan penghapusan gambar hasil liputan wartawan TVRI Sulteng Rian Saputra, saat liputan aksi mahasiswa menolak RUU berbuntut panjang. Sejumlah organisasi wartawan hingga Forum Sulawesi Tengah mengecam keras tindakan aparat yang terjadi Kamis (26/9).

Organisasi wartawan diantaranya Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tengah, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu, dan Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) Sulawesi Tengah serta Forum Pemred Sulawesi Tengah kepada sejumlah jurnalis di Palu.Serta Forum Pemred Sulteng yang sejak awal ikut mengawal laporan ini ke pihak berwenang berharap kasus ini tidak dipetieskan.

Dalam pernyataan bersama yang disampaikan dihadapan sejumlah jurnalis ini, organisasi wartawan dan Forum Pemred Sulteng juga menyebut kasus penghapusan hasi liputan wartawan itu tidak cukup hanya diselesaikan dengan permohonan maaf.

Alasannya tindakan penghalang-halangan termasuk menyita dan meghapus gambar dari kamera jurnalis adalah cara-cara premanisme yang merupakan tindak pidana dan pelanggaran hukum, sebab jurnalis dalam kegiatan dilindungi Undang-Undang (UU).

Dalam pernyataan bersama yang disampaikan Ketua AJI Palu, Muhammad Iqbal, Ketua IJTI Sulteng, Rahman Odi Ketua PFI Palu, Rony Sandhy, Abdullah K Mari, Forum Pemred Sulteng, dan Joshua Marunduh, APFI Sulteng.

Meminta kepada Kapolda Sulteng menangani aksi perampasan tersebut dengan serius, dan memandangnya sebagai upaya penghalangan kerja jurnalistik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pada Pasal 18 ayat 1.

Selanjutnya pihaknya juga meminta kepada Kapolres Palu untuk menindaklanjuti dan memproses etik Briptu Jumardi yang telah terlibat dalam tindakan premanisme dengan merampas dan menghapus rekaman liputan milik jurnalis TVRI Ryan Saputra.

Kemudian juga mengimbau kepada seluruh pihak untuk memahami kerja jurnalistik yang sejatinya merupakan perwujudan dari pemenuhan hak masyarakat untuk memperoleh informasi.”Bila jurnalis dihalang-halangi, hal itu berarti menghalangi pula hak masyarakat untuk mendapatkan informasi,”ujar mereka seperti dilansir Sultengterkini.

Terakhir pihaknya juga akan mendukung sepenuhnya kepada TVRI Sulteng untuk melaporkan hal tersebut ke polisi agar kejadian serupa tidak terulang lagi pada media massa cetak maupun elektronik di Sulawesi Tengah. (ST/KP/BC-AM)

Tag: , , , ,
Next Post

Universitas Kristen Tentena Melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2019

Universitas Kristen Tentena (Unkrit) pada tahun 2019 berhasil memperoleh dana hibah Pengabdian Kepada Masyarakat melalui Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
Marianne Reynelda Mamondol, S.P., M.Si.