Pernyataan Menag Fachrul Razi Viral dan Heboh

Azis
Menag Fachrul Razi(dok)
Bagikan:

JAKARTA— Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, yang baru menjabat sepekan bikin heboh. Terkhusus bagi warga yang aktif di media sosial. Gara-garanya, dia melontarkan wacana untuk membatasi penggunaan niqab (cadar) dan celana cingkrang di instansi pemerintah, sipil, maupun militer.

Menurut Menag, seperti dikutip Fajar, wacana itu merupakan upaya untuk menangkal radikalisme dalam beragama. disampaikan kali pertama saat menjadi pembicara di sebuah acara, (30/10/19). Menurut Menag, tidak ada landasan yang menyatakan bahwa penggunaan cadar menunjukkan kadar keimanan seseorang.

Kemarin, dalam rapat koordinasi menteri dan kepala badan/lembaga di bawah Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menag kembali menyentil cadar dan celana cingkrang di kalangan PNS dan pegawai badan usaha milik negara (BUMN). Menag memulai paparannya dengan cerita tentang pejabat BUMN yang enggan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

BACA  Pengakuan Fachrul Razi Ternyata Tiga Tokoh Ini Rekomendasikan jadi Menag

Dia melihat sang pejabat hanya mondar-mandir ketika lagu kebangsaan dikumandangkan. Nyanyi pun tidak. Menag lalu iseng bertanya. Apakah yang bersangkutan sedang sakit. Dijawab tidak.

”Kalau kamu tidak sakit, pasti kamu hormat kepada Indonesia Raya karena kamu pegawai negeri dan kamu adalah abdi negara. Kalau kamu tidak hormat, keluar kamu!” ujar dia menirukan ucapannya sendiri kala itu.

Setelah menceritakan hal tersebut, dia menyinggung PNS yang memakai celana cingkrang, di atas mata kaki. Menurut dia, hal tersebut tak sesuai aturan seragam di lingkungan instansi pemerintah. Dia mengakui, urusan itu memang tidak bisa dilarang dari aspek agama. Sebab, agama tidak melarang. Namun, jika dilihat dari aturan pegawai negeri, bisa. Misalnya, memberikan teguran. ”Celana kok tinggi begitu? Kamu enggak lihat aturan negara gimana? Kalau enggak bisa ikuti, keluar kamu,” lanjut mantan wakil panglima TNI tersebut.

BACA  Tenang THR PNS AMAN

Dalam kesempatan tersebut, dia meminta semua kementerian satu suara dalam melarang gerakan radikal di instansi masing-masing. ”Sikap kita mesti sama. Kalau ada yang bersifat mendukung khilafah-khilafah itu kan mendukung negara lain, kamu dibayar Indonesia, kamu harus hormat Indonesia. Kamu bisa berubah enggak? Kalau enggak bisa, keluar Indonesia! Keluar dari wilayah ini!” tegasnya.

Menag Merekomendasikan

Ditemui setelah acara, Menag menjelaskan isu larangan cadar saat masuk ke instansi pemerintahan. Dia menolak dikatakan melarang. Dia hanya mengatakan bahwa penggunaan cadar tidak ada di Alquran maupun hadis. ”Saya hanya sebut niqab itu tidak ada ayatnya, tidak ada hadisnya,” paparnya.

Dia menegaskan, pelarangan cadar bukan urusannya. Namun, hal itu perlu menjadi catatan bahwa instansi pemerintah memiliki aturan bahwa PNS harus berpakaian dengan menampakkan muka sejelas-jelasnya. Dia tetap merekomendasikan agar mereka yang wajahnya tak terlihat tidak boleh masuk instansi pemerintah. ”Kan bahaya, orang masuk nggak tahu itu mukanya siapa,” sambungnya.

BACA  Anggota DPRD-PNS JPT Tahun Ini, Terancam Tak Dapat THR, Berikut Daftarnya

Apa bahayanya? Menag tak memberikan jawaban konkret. Dia hanya mencontohkan kasus penusukan mantan Menko Polhukam Wiranto. ”Lihat Pak Wiranto nggak? Udahlah, nggak usah banyak tanya, kalian tahu tapi pura-pura nggak tahu aja,” jawabnya.

Pernyataan tersebut kembali diulang ketika Menag menyambangi istana sore kemarin. Dia membantah akan melarang penggunaan cadar oleh pegawai pemerintah. Dia menyebut hanya memberikan rekomendasi. Sebab, pihaknya tidak memiliki kewenangan mengatur cara berpakaian pegawai.

”Saya enggak berhak dong, masak menteri agama mengeluarkan larangan. Paling-paling hanya merekomendasi,” ujarnya. Namun, untuk eksekusinya, Menag menyerahkan ke instansi masing-masing. ”Kalau ada beberapa instansi melarang dengan alasan keamanan, ya urusan instansi itu,” imbuhnya.(Fajar/BC-AM).

Tag: , , ,
Next Post

Manuver Nasdem, Surya Paloh Gertak Jokowi

JAKARTA-Setelah bertemu Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Surya Paloh berencana bakal bertemu dengan pimpinan Partai Amanat Nasional (PAN). “Manuver ini tampaknya simbol perlawanan terhadap Presiden Jokowi dan anggota koalisi,” kata pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe, Sabtu (2/11). BACA  DPD, Menag,Menpan, Bahas Aspirasi Rektor, Agustus 9 IAIN Jadi UINDikutip RMOL, […]