Pecah Kongsi Garuda-Sriwijaya Air Kemenhut Pelototi Kisruh penumpang

Azis
petugas penjual tiket maskapai penerbangan Sriwijaya Air kembali dibuka pasca pengrusakan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (1/10). TEMPO
Bagikan:

JAKARTA-Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto sebelumnya menginformasikan bahwa Sriwijaya Air tidak lagi tergabung dengan Garuda Indonesia Group.

“Dengan berat hati, kami menginformasikan bahwa Sriwijaya melanjutkan bisnisnya sendiri,” kata Iwan Joeniarto dalam keterangan tertulis kemarin (7/11/19).

Adanya pemberitahuan ini sekaligus menandai bahwa hubungan Sriwijaya Group dan Garuda Indonesia Group, yang sebelumnya berstatus kerja sama manajemen atau KSM, kembali menjadi business to business (B to B).

BACA  Rumah Dinas Navigasi Kemenhub di Sulut Dibobol Maling, Enam Pelaku Diringkus

Buyarnya hubungan Sriwijaya dan maskapai pelat merah ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada September lalu, kerja sama keduanya sudah lebih dulu retak. Namun, sempat rujuk.

Kemenhub Seriusi Penumpang

Menyikapi hal ini Kementerian Perhubungan meminta maskapai penerbangan Sriwijaya Air memprioritaskan hak penumpang menyusul kisruh hubungan entitas tersebut dengan Garuda Indonesia Group.

BACA  Garuda dari Jakarta ke Makassar Palu Mendarat Darurat

Masalah ini sebelumnya membuat sejumlah jadwal penerbangan Sriwijaya Air dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta terlambat hingga dibatalkan.

Dikutip dari Tempo, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana Banguningsih Pramesti mengatakan seluruh penumpang maskapai mesti mendapatkan hak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

BACA  Rumah Dinas Navigasi Kemenhub di Sulut Dibobol Maling, Enam Pelaku Diringkus

“Bahwa penumpang dapat melakukan proses penjadwalan ulang kembali penerbangan dan pengembalian biaya tiket atau refund,” ujar Polana dalam keterangan tertulis, Kamis, 7 November 2019.  (Tempo/BC-AM).

Tag: , , , ,
Next Post

Rektor Termuda Indonesia, Risa Santoso Miliki Dua Tokoh Idola

MALANG- Risa Santoso, rektor termuda di Indonesia yang berusia 27 tahun asal Surabaya, Jawa Timur. Ternyata tidak pernah berpikir akan menjadi seorang rektor termuda di Indonesia. Namun, wanita yang hobi membaca ini memiliki ketertarikannya pada dunia pendidikan telah ada semasa kuliah di University of California, Berkeley. Menjadi sosok rektor termuda, […]