Korban Penipuan 58 Jemaah Umroh Asal Gorontalo, Sulut dan Sulteng Terlantar di Jakarta

Azis
Jemaah umrah travel Mutmainnah asal Gorontalo saat berada di terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. (istimewa)
Bagikan:

GORONTALO – Jemaah umroh asal Gorontalo, Makassar, Buol, Luwuk dan Manado menjadi korban kasus penipuan berkedok umroh murah. Sedikitnya ada sekitar 58 jemaah yang menjadi korban kini bisa berangkat dan terlantar di Jakarta.

Mereka menjadi korban, penipuan travel umroh dan haji yang baru didirikan Nur Muthmainah Rabudin ter-informasi berada di Jl Raja Eyato, Kelurahan Limba B, Kota Gorontalo.

Namun sebelumnya Muthmainah sudah sering menjadi agensi umroh untuk masyarakat Gorontalo. Dengan menggunakan travel besar, rekomendasi jemaah atas layanan Muthmainah menggoda untuk digunakan.

Belum lagi tawaran umroh murah yang diberikan oleh Muthmainah semakin menarik perhatian.

BACA  Lion Air Mendarat Darurat, Dua Penumpang Jemaah Umroh Meninggal

Alhasil, kemarin (13/11/19) 58 jemaah umroh yang sebagai besar warga Gorontalo, terlunta-lunta di bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Mereka gagal berangkat usai, janji Muthmainah.

Menurut Ucok ia bersama keluarga sudah membayar Rp 26 juta lebih untuk menggunakan jasa travel Muthmainah tersebut. Mereka dijanjikan akan berangkat di awal bulan November ini. Namun waktunya terus di undur.

Bahkan 47 jemaah umroh tersebut sudah berada di Jakarta sejak Senin (4/11/19) lalu. Kemudian menyusul 11 lainnya pada Jumat (8/11/19).

“Namun kita tidak juga berangkat. Jemaah yang awalnya sudah berangkat diberi fasilitas hotel di dekat bandara. Kemudian ketika kami tiba juga seperti itu. Kami diinapkan dulu di hotel,” ucap Ucok dikutip dari gopos.

BACA  Jemaah Umroh asal Buol Sulteng Molor Dipulangkan, Travel Umrah Cahaya Tanjung Gorontalo Dipolisikan

Lanjut dikatakan Ucok, janji keberangkatan disampaikan pada Selasa (12/11/19). Namun lagi-lagi Muthmainah berkelip, bahwa visa dan tiketnya akan diantar oleh salah satu staf-nya dari Surabaya.

“Kita menunggu di Selasa itu. Se-harian kita di bandara. Tidak tahu-nya dia sudah di Surabaya. Kita ditinggalkan begitu saja,” sambungnya.

Mengetahui sudah ditipu karena tidak jadi diberangkatkan, jemaah lainnya mencoba menelusuri rekam jejak Mutmainah. Namun hingga kini Mutmainah terus berkelit dan tidak bisa mempertanggungjawabkan  perbuatannya.

BACA  Lion Air Mendarat Darurat, Dua Penumpang Jemaah Umroh Meninggal

Alhasil para korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah.“Kita tidak tahu mau pulang menggunakan uang apa. Uang kita ada sama si Mutmainah,” tandas-nya.

Dari video yang diterima di saat jemaah menunggu mereka terlihat menangis akibat gagal berangkat. Mereka hingga siang hari masih menunggu kepastian berangkat.

Karena tidak mendapatkan informasi keberangkatan. Mereka pun satu persatu mulai membubarkan diri.

Ditempat terpisah,upaya untuk melakukan konfirmasi ke pihak travel Mutmainah, via telepon tidak mengangkat panggilan. (BC-AM)

Tag: , ,
Next Post

Laporan Fiktif Dua Mantan Kades di Gorontalo Masuk Bui

LIMBOTO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gorontalo, akhirnya menjebloskan ke tahanan dua mantan kepala desa (Kades) di Kabupaten Gorontalo, kemarin (12/11/19). Kedua Kades bernisial FO (35), dan FI (36) ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dana desa. Sumber di Kejaksaan mengungkapkan, FO merupakan mantan Kades Labanu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten […]