Antrian Gelon di SPBU Marak, Warga Desak Gubernur dan Bupati Bertindak

Azis
Jack RAhmad Joko Warsito II memperlihatkan postingannya kondisi antrian BBM yang menggunakan gelon di salah satu SPBU di Kota Poso. Postingan tertanggal 18 November 2019.(FB)
Bagikan:

POSO-Warga Poso desak Gubernur dan Bupati mengambil tindakan tegas pembelian BBM yang menggunakan gelon di sejumlah SPBU yang  menjadi penyebab terjadi kelangkaan BBM terutama premium maupun solar.

Ironisnya kejadian yang mulai meresahkan masyarakat ini tak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Poso tapi terjadi juga di sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Tengah.Baik di  Kabupaten Touna, Morowali, Morowali Utara, Parigi Moutong bahkan hingga di Kota Palu.

Sebagai bentuk protes kelangkaan BBM dan pembelian melalui gelon yang dilarang ini sesuai dengan aturan ini, maka belum lama  ini sejumlah petani di wilayah Poso melakukan aksi antrian BBM dengan menggunakan alat traktor.

Selanjutnya Jack RAhmad Joko Warsito II mewakili warga Poso secara terbuka memperlihatkan postingannya kondisi antrian BBM  yang menggunakan gelon di salah satu SPBU di Kota Poso.

Aparat Keamanan Harus Turun,

Postingan tertanggal 18 November 2019 ini banyak mendapatkan dukungan
dan tanggapan dari warga nitisen di facebook.

“Yang begini ini harus di tegaskan,” ungkap Eddy Putra Sulung. Bahkan Ia
mengajak warga untuk memviralkan kejadian di SPBU yang berada di Sayo Kota Poso ini.

BACA  SMKN 5 dan SMK N 1 Palu, Produksi 170 APD Perhari

“Viralkan saja kalao begitu…apalagi  sekarang ini susah-susanya Solar jadi nda bole ada pengisian di gelon,”ungkap Eddy.

Kondisi yang sudah berlangsung lama ini menurut Kuncoro sangat parah. “Saya saja harus 2 hari antrian untuk mendapatkan BBM  solar, tapi belum mendapatkannya sampai sekarang,”timpal Andi megamas yang mengaku sangat kecewa dengan kondisi yang  terjadi.

“Pagi-pagi antri solar, urutan antrian ke lima, sampai di sana cuman gelon aja yang diutamakan di isi sampai berjuta  juta baru di isi lagi 1 Yunit mobil itupun cuma terbatas,”ungkapnya.

Jika sudah tidak digubris protes warga, maka menurut Youdha Harun kejadian seperti ini sudah menjadi tradisi di Poso.

“Kalo tidak digubris. Kayaknya sudah jadi tradisi dan budaya di Poso,”ujarnya.
Selanjutnya perdebatan Antrian terjadi karena pengisian gelon digunakan untuk nelayan dan petani, diragukan sejumlah warga.

“Boleh isi jerigen tapi jangan berlebihan, lagian kalau cuman untuk kol nelayan, traktor dan lain-lain, ngga masuk akal.  Masa, sih satu orang punya duapuluh atau lebih jerigen yang harus habis dalam satu hari ?. Hanya untuk traktor atau kapal nelayan, tiap hari lagi,” ungkap Capan Nita Fhatir Mario.

BACA  Hasil Rapit Test Gubernur Sulteng Negatif

Perdebatan ini akhirnya diserahkan Fhandy Choky Choky kepada aparat keamanan. “Intix kami minta dari pihak keamanan untuk  tegas dalam melihat mana yang benar nelayan dan mana yang memanfaatkan nama nelayan untuk mengambil bbm untuk tujuan lain,”bebernya.

 Percuma Mereka Punya Beking

Selain meminta perhatian aparat keamanan, warga nitisen lainnya Guntur Lasamai meminta agar kasus ini ikut juga dilaporkan ke Pertamina.

“Lapor kan ke pertaminanya, karena pertamina nggak pandang bulu bisa tutup pombensin nya,”ujar Arif Chaniago.

Namun himbauan Arif Chaniago ini dibantah Herba Farming Poso. “Percuma mereka punya beking soalnya,” ujarnya dengan nada pesimis.

Perhatian Gubernur dan Bupati

Kesimpulanya menurut Al Wujud, ini semua perusak bangsa.” Rakyat butuh pasokan bahan pokok terlambat karena antrian panjang. Sehingga bahan pokok jadi naik harganya karena pasokan terhambat,”ujarnya memberikan ilustrasi.

BACA  STQH ke-26 di Banggai Laut, Momentum Energi Spiritual

Dari percakapan dan kejadian inilah Jack RAhmad Joko Warsito II berharap semua pihak ikut terlibat menyelesaikan polemik  antrian BBM yang sudah cukup lama terjadi.

Terutama kepada Gubernur dan Bupati Poso serta Kapolda dan Kapolres untuk
mengambil tindakan tegas. Seperti halnya di Provinsi Gorontalo Gubernur turun langsung membentuk tim yang melibatkan Pemda,  Kepolisian, Korem serta Pertamina.

Dan melakukan penjagaan di SPBU dengan melibatkan tim gabungan.
Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah belum berhasil dikonfirmasi soal keluhan ini.

Namun melalui Kepala Biro Humas dan Protokol,Drs. Mohammad Haris Kariming aspirasi warga Poso ini akan diteruskan kepada Gubernur.

“Tapi kalau permasalahannya  hanya di Kabupaten Poso, maka pengambil kebijakan-nya Bupati Poso,” tandasnya.

Bupati Poso Darmin Sigilipu belum berhasil dikonfirmasi soal keluhan ini, sms yang disampaikam melalui HP hingga berita ini  naik belum juga dibalas. (BC-AM).

Tag: , , , ,
Next Post

Festival Walima Masuk Calendar Of Events Bitung

BITUNG – Pelaksanaan Festival walima yang belum lama ini dilaksanakan di Kota Bitung. Disyukuri warga Gorontalo yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Kota Bitung. “Kami bersyukur atas terlaksananya kegiatan, kemudian kami juga bangga karena Festival Walima sudah masuk dalam Calendar Of Events Kota Bitung,”ungkap Ketua KKIG Bitung Kasman […]