Usai Sholat, Pria di Palu Bacok Sepupu Gara-gara Cemburu

Azis
Kapolres Palu AKBP H Moch Sholeh, memperagakan penganiayaan yang dilakukan pelaku kepada korban.(Trib)
Bagikan:

PALU – Seorang pria bernisial AD alias Adham warga Jalan Lagarutu, Kelurahan Tanahmodindi, Kecamatan Mantikulore Kota Palu.

Membacok Akbar warga Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga,yang tak lain masih sepupunya karena memiliki hubungan keluarga.

Peristiwa yang diduga di picu karena api cemburu, karena pelaku menduga korban menjadi selingkuhan istrinya, terjadi Kamis malam (21/11/19).

Akibat kejadian ini korban mengalami luka bacok di lengan kiri dan belakang dengan dua kali tebasan parang dari pelaku.

Bagaimana peristiwa ini terjadi, menurut Kapolres Palu AKBP H Moch Sholeh awal kejadiannya di picu rasa cemburu.

“Pelaku membacok korban sebanyak dua kali, karena cemburu, tapi masih kita dalami lagi dengan pemeriksaan,” jelas Kapolres Palu AKBP H Moch Sholeh, kemarin (22/11/19)  seperti dilansir Tribun.

Dan berdasarkan hasil olah TKP, menurut Kapolres Sholeh, pertama kali pelaku melihat korban di depan rumahnya menuju masjid untuk melaksankan salat magrib.

Saat itu, pelaku juga ikut masuk menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Setelah selesai salat, pelaku langsung keluar terlebih dahulu dari masjid.

Kemudian langsung mengambil senjata tajam jenis parang, dari rumah pelaku yang letaknya tepat di depan pintu masuk masjid. Tepatnya di depan gerbang pagar masjid, korban dihadang oleh pelaku.

“Kemudian melakukan pembacokan sebanyak dua kali,” kata Kapolres Sholeh. Tebasan pertama mengenai lengan kiri korban, karena korban hendak menangkis bacokan. Sedangkan tebasan kedua, mengenai belakang korban yang hendak lari.

Setelah menerima penganiayaan tersebut, korban langsung lari kembali ke arah masjid untuk meminta pertolongan. Sedangkan pelaku melarikan diri ke arah Jalan Merpati, Kelurahan Tanahmodindi.

Pelaku Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Tak berselang lama, polisi tiba di tempat kejadian perkara, dan menyampaikan pada pihak keluarga bahwa jika pelaku tidak menyerahkan diri maka polisi akan melakukan tindakan tegas.

“Sekitar Kamis pukul 20.00 wita, pelaku diantar keluarganya ke Mapolres Palu untuk menyerahkan diri,” tambah Sholeh.

Adapun kata Kapolres Sholeh, pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat 2 atau pasal 353 ayat 1 dan 2 KUHAP. Di mana pasal 351 ayat 1, jika perbuatan itu menyebabkan luka berat akan dihukum paling lama 5 tahun penjara.

Sedangkan pasal 353 ayat 1, yakni penganiayaan yang dilakukan dengan direncanakan terlebih dahulu, akan dihukum penjara paling lama 4 tahun.

Serta pasal 353 ayat 2, yakni penganiayaan mengakibatkan luka berat dihukum penjara paling lama 7 tahun.(Trib-Kir/BC-AM).

Tag: , , , ,
Next Post

Pepaya Banyak Manfaatnya Bagi Penderita Diabetes

BERITA.CLIK – Sama -sama diketahui Pepaya sebagai buah yang baik untuk mengatasi sembelit. Namun ternyata banyak manfaat pepaya termasuk untuk penderita diabetes. Hebatnya lagi buah tropis ini dapat mengontrol kadar gula darah. Penasaran baca ulasannya dikutip dari JPNN.. Pepaya dan diabetes Dijelaskan dr. Sara Elise Wijono, M.Res dari KlikDokter, pepaya […]