Pelaku Curanmor di 10 TKP Remaja dari Sigi Diringkus

Azis
babuk hasil curian oknum dari remaja sigi di 10 tkp.(hms)
Bagikan:

PALU– DS baru bersuai 19 tahun, seorang remaja yang tinggal di Desa Porame Sigi.

Ditangkap aparat Polres Palu karena diduga sebagai sebagai pelaku spesialis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Palu.

“Benar Pelakunya berinisial DS (19), dia ditangkap pada Senin (9/12/19) dini hari sekira pukul 01.00 Wita,” kata Kapolres Palu, AKBP Moch Sholeh kepada sejumlah jurnalis, Selasa (10/12/19).

BACA  Gunakan Rakit Lewati Sungai Bone, Curanmor Diciduk Tim Rajawali dan Watawatanga

Dijelaskan Kapolres, penangkapan DS berdasarkan laporan korban. Dengan nomor LP/1057/XII/2019/Sulteng/Resor Palu tentang tindak pidana pencurian.

Dari laporan itu, aparat Satuan Reserse Kriminal Polres Palu, AKP Esti Prasetyo Hadi segera menyelidiki pelakunya.

“Setelah diselidiki dan mendapatkan informasi dari masyarakat, pelaku DS akhirnya berhasil ditangkap di rumahnya di Desa Porame, Kabupaten Sigi,”ungkap Kapolres.

BACA  Dua Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi

Lebih jauh menurutnya, saat diinterogasi, pelaku DS mengakui telah melakukan aksinya sebanyak 10 tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Kota Palu.

Bersama pelaku DS, polisi juga menyita barang bukti enam unit sepeda motor. Masing-masing sepeda motor Yamaha Mio J warna silver, Honda Beat warna hitam.

Kemudian Honda Beat Pop warna hijau, Yamaha Jupiter Z warna biru hitam, Yamaha Vega R warna merah biru, dan Yamaha Jupiter Z warna hitam.

BACA  Dua Rumah Kebakaran di Petobo Balita Tewas

“Pelaku bersama barang buktinya sudah diamankan di Mapolres Palu untuk diproses hukum lebih lanjut,” tegas orang pertama di Polres Palu itu dilansir sultengterkini.

Maka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku DS yang sudah berstatus sebagai tersangka itu ditahan dan dikenakan pasal 363 KUHP. (BC-AM).

Tag: , , ,
Next Post

Sigi Kembali Diterjang Banjir Lumpur

PALU – Air sungai Desa Poi yang meluap disebabkan terjadinya pendangkalan, dikarenakan air dari hulu disertai dengan batu besar dan kayu. Hal ini mengakibatkan sungai tidak mampu menampung kapasitas material dan air. Dan kemudian merembes ke sarana umum jalan, permukiman, rumah ibadah, dan lahan pertanian. BACA  Dua Tersangka Curanmor di […]