Presiden Filipina Bolekan Warganya Tembak Koruptor

Azis
Presiden Filipina Rodrigo Duterte
Bagikan:

MANILA – Ditengah polemik bangsa Indonesia, menyangkut dukungan koruptor di hukum mati. Kini ramai mencuat di media sosial pernyataan Presiden Filipina cara memerangi korupsi di negaranya.

Dikutip dari suara.Com, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengizinkan warganya untuk menembak koruptor. Pernyataan menarik ini disampaikannya dalam pidato-nya. Dikatakan, siapa pun dapat menembakkan peluru kepada pejabat yang melakukan tindak korupsi di negara tersebut.

Namun demikian kata Duterte, warga bisa menembak mereka, namun jangan sampai membunuhnya.

Sebagai jaminan menurutnya bagi warga yang menyerang pejabat yang korup tidak akan dikirim ke penjara, melainkan hanya didakwa dengan perbuatan yang menyebabkan cedera.

“Mereka hanya akan didakwa cedera fisik serius dan akan dibebaskan dengan alasan pembebasan bersyarat,” ungkap Durtete dikutip dari laman Newshub.

Duterte meminta warga untuk ikut mengecam tindakan korupsi. Ia mengakui, korupsi merupakan salah satu masalah tersebesar dalam pemerintahannya kini.

“Jika pejabat korup minta suap, tampar mereka,” kata Durtete.

Beragam aksi yang dilakukukan oleh Presiden Filipina ini memang acapkali mencuri perhatian dunia.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kebijakannya dalam memerangi narkoba, walaupun mendapat kritik baik dari kelompok HAM ataupun PBB.

Kebijakan lain yang cukup mencengangkan adalah penghancuran kendaraan yang diimpor secara ilegal. Niatnya ini yakni menumpas orang-orang curang yang tak taat pajak.(BC-AM).

Tag: , ,
Next Post

Wiranto Resmi Ketua Wantimpres Jokowi

JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM Wiranto ditunjuk sebagai ketua sekaligus anggota Wantimpres. Pelantikan bersama delapan anggotanya lainnya berlangsung di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/12/19). Pelantikan yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 137/P/2019 tentang pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden. Adapun delapan […]