BUNGKU – Tuntut hak kepemilikan, lima ratusan warga Transmigrasi dari Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali demo di DPRD Morowali kemarin (12/19).
Dengan mengendarai puluhan kendaraan roda empat dan roda dua,aksi yang warga Transmigrasi yang tergabung dalam aliansi warga Transmigrasi menuntut hak kepemilikan tanah mereka karena selama ini hanya dijanji tanpa penyelesaian.
Sekretaris Aliansi Warga Transmigrasi Bungku Barat, Nur Ibrahim seperti dilansir kabarselebes,mengatakan mereka menuntut hak kepemilikan lahan, karena sudah lebih dari lima tahun tak tanpa penyelesaian.
“Legalitas kepemilikan lahan idealnya sudah terbit, selambat-lambatnya lima tahun masa pembinaan. Dari UPT yang ada, hanya satu UPT yang masih berumur 3 tahun, atau masih dalam masa pembinaan, yakni UPT Kabera. Selebihnya sudah berumur di atas 5 tahun,” jelasnya.
UPT yang dimaksudkan, seperti UPT Bahoea Reko-reko yang sudah berumur 10 tahun, UPT Wosu berumur 11 tahun, dan UPT Wempangan berumur 7 tahun.
Ada tiga poin yang menjadi tuntutan Aliansi Warga Transmigrasi Bungku Barat. Pertama, mendesak segera diterbitkannya status legalitas hak kepemilikan tanah warga transmigrasi.
Kedua, menuntut peran aktif pemerintah dalam memajukan dan mensejahterakan warga transmigrasi. Ketiga, menuntut peran pembinaan pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga transmigrasi. (KS/BC-AM).