Kemunculan Oarfish,Bupati Selayar Bilang Sudah Biasa, Tapi Tetap Siaga

Azis
ikan lajuru alias oarfish yang ditangkap warga Selayar.(deticom)
Bagikan:

MAKASAR – Heboh di media sosial karena dikaitkan sebagai penanda musibah gempa-tsunami.

Kemunculan ikan oarfish di laut Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Pemkab Selayar menyebut oarfish sudah biasa ditemukan nelayan.

“Kalau laporan masyarakat di sini itu biasa ditemukan. Tadi saya kasi lihat foto ikan yang viral itu katanya sudah biasa,” ujar Bupati Selayar, M Basli Ali, saat dihubungi detikcom.

Seperti diketahui Ikan oarfish ditemukan sekumpulan nelayan di sekitar 7-8 mil sebelah timur dari Pelabuhan Pamatata.

BACA  Tsunami Terjang Alaska, Akibat Gempa Magnitudo 7.5

Basli Ali mengatakan, oarfish memang sudah langka namun hampir setiap tahun masih ada yang tertangkap saat nelayan memancing pada 100 hingga 300 meter di kedalaman laut Selayar.

“Ikan itu dipancing, masyarakat di sini memang biasa memancing ikan escolar. Jadi biasa kalau mancing (escolar), dapat juga ikan lajuru (oarfish), kalau di Selayar namanya ikan lajuru,” ujar Basli.

“Karena ikan lajuru itu memang teman bermainnya itu ikan escolar di laut dalam. Jadi seperti itu, kalau di Selayar bukan ji hal aneh. Jadi jangan terlalu tegang,” imbuhnya.

BACA  Heboh Buaya Berkalung Ban, Muncul Lagi di Sungai Palu

Namun, Basli Ali meminta masyarakatnya tetap siaga atas segala kemungkinan.

“Tetapi sebagai bupati tentu saya berharap agar masyarakat harus selalu siaga bencana. Setiap saat,” katanya.

Sementara salah seorang warga di Selayar, Misbahuddin (45) mengatakan, ikan oarfish kerap dipancing sejak dahulu.

“Orang tua dulu biasa dapat ikan begitu, tahun-tahun 80-an, kalau tahun-tahun (belakangan) jarang kita dapatkan ikan begitu, mungkin habitatnya (terancam) punah,” katanya.

BACA  Gempa Magnitudo 6 SR Guncang Bolsel, Terasa Sampai ke Gorontalo dan Sulteng

Sebelumnya, ikan oarfish ditemukan nelayan bernama Haerul (29). Ikan tersebut sempat dibawa Haerul ke Pelabuhan Bira, Bulukumba, hingga membuat warga geger lantaran dipercaya sebagai penanda musibah.

Ikan tersebut kemudian berakhir dibuang ke laut dekat pelabuhan lantaran disebut Haerul sudah dalam keadaan loyo saat ditangkap hingga mati saat dibawa ke pelabuhan.(BC-AM).

Tag: , , , ,
Next Post

Sekolah Indonesia Cepat Tanggap Hadir di Sulteng

PALU– Setahun sejak gempa melanda Sulawesi Tengah (Sulteng). Masih banyak anak-anak yang belum dapat bersekolah dengan layak.  Karena sekolahnya rusak akibat gempa. Sekolah Indonesia Cepat Tanggap merupakan sebuah inisiatif untuk membangun infrastruktur pendidikan.  Berupa bangunan sekolah pada berbagai lokasi yang terdampak bencana alam di Indonesia. Sehingga itu Fakultas Teknik Universitas […]