Pelaku Pana Wayer Tewasnya Warga Moutong Sulteng Diringkus Polres Pohuwato

Azis
pelaku berinisial SS (23)(Foto: Hms Polda)
Bagikan:

GORONTALO-Pelaku pembunuhan dengan panah wayer yang menewaskan korban Ahmad Daeng Wandi (35).  Warga  Desa Sejoli Kecamatan Moutong Kabupaten Parimo Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (11/12/19). Berhasil diungkap jajaran Polres Pohuwato.

Tak butuh waktu sampai 24 jam, pelaku berinisial SS (23) asal Desa Boloung Kecamatan Mautong Kabupaten Parimo (Sulteng). Diringkus Satuan Reskrim Polres Pohuwato di jalan Trans Sulawesi, Kamis (12/12) pukul  18.00 wita.

Pengungkapan kasus yang sempat menghembohkan warga Pohuwato ini dibenarkan Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu SIK ketika dikonfirmasi. “Setelah kejadian satuan reserse kriminal Polres Pohuwato dibawah pimpinan AKP I Wayan Sukendar SIK langsung bergerak.

BACA  Gorontalo Deklarasi Berantas Miras dan Panah Wayer

Dan hanya dalam waktu sekejap,  pelaku berhasil di tangkap di jalan Trans Sulawesi Desa Boloung Kecamatan Moutong Kabupaten Parimo Sulawesi Tengah saat mengendarai sepeda motor,” ungkapnya kemarin.

Kabid Humas menjelaskan, saat ini Pelaku sudah diamankan di Polres guna pemeriksaan lebih lanjut.

Sedang Peristiwa pembunuhan tersebut menurutnya, berawal dari acara pesta pernikahan di Desa Sejoli Moutong Parimo pada Rabu (11/12).

BACA  Pelaku Panah Wayer di Jalan Bali Turut Beraksi di Jalan Duku
korban Ahmad Daeng Wandi (35).(Foto: hms Polda)

“Pada pukul 22.30 wita disaat Acara Pesta Pernikahan masih berlangsung terjadi keributan antara anak muda dari Desa Boloung Kecamatan Mautong (Sulteng) dengan anak muda Desa Molosipat,”bebernya.

Akibat kesalah pahaman tersebut terjadi aksi kejar- kejaran antara anak muda dari Desa Boloung Kecamatan Mautong (Sulteng) dengan anak muda Desa Molosipat Kabupaten Pohuwato (Gorontalo).

“Dan sempat antar kedua kelompok ini terjadi saling pukul dan saling melempar batu,”ungkapnya.

BACA  Pria Bongomeme Jadi Korban Panah wayer, Empat Pemuda Diamankan

Hingga pada akhirmya, satu diantara mereka pelaku (SS) menggunakan panah wayer dan mengenai dada korban Ahmad Daeng Wandi sebelah kiri hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

” Barang bukti panah wayer dan pelontar serta pakaian korban juga sudah dibawa ke Polres terhadap tersangka SS terancam pasal 338 KUHP atau 351 (3) KUHP dengan sanksi paling lama 15 tahun.”kata Kabid Humas.(BC-AM).

Tag: , , , ,
Next Post

Kemunculan Oarfish,Bupati Selayar Bilang Sudah Biasa, Tapi Tetap Siaga

MAKASAR – Heboh di media sosial karena dikaitkan sebagai penanda musibah gempa-tsunami. Kemunculan ikan oarfish di laut Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Pemkab Selayar menyebut oarfish sudah biasa ditemukan nelayan. “Kalau laporan masyarakat di sini itu biasa ditemukan. Tadi saya kasi lihat foto ikan yang viral itu katanya sudah biasa,” […]