Semua Penjual Online Siap-siap Wajib Punya Izin Usaha

Azis
Ilustrasi Online Shop [Freepik]
Bagikan:

JAKARTA– Semua penjual online siap-siap wajib punya izin usaha. Pelaku usaha yang berdagang di platform e-commerce harus mengantongi izin usaha. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

PP yang telah diteken Presiden Joko Widodo berlaku pada tanggal diundangkan yaitu 25 November 2019. Pada pasal 15 ayat 1 disebutkan bahwa pelaku usaha wajib memiliki izin usaha dalam melakukan kegiatan usaha PMSE.

Pelapak yang dimaksud termasuk perorangan atau badan usaha, sebagaimana disebut dalam pasal 1 ayat 6.

“Pelaku Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik yang selanjutnya disebut Pelaku Usaha adalah setiap orang perseorangan atau badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum yang dapat berupa Pelaku Usaha Dalam Negeri dan Pelaku Usaha Luar Negeri dan melakukan kegiatan usaha di bidang PMSE,” bunyi aturan itu seperti dilansir JurnalNews.id

BACA  Viral di Medsos, Empat Gadis Pelaku Bullying Diamankan Polisi

Artinya, pelaku usaha atau online shop yang selama ini berjualan di Bukalapak, Tokopedia, dan lainnya wajib memiliki izin usaha, yang bisa diakses melalui sistem perizinan berusaha elektronik.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menegaskan izin usaha memang harus dimiliki oleh pelapak. Pada prinsipnya, ketentuan yang mengatur pelapak e-commerce mengikuti aturan berusaha di Indonesia.

“Semuanya kalau berusaha di wilayah Indonesia, harusnya punya izin usahanya. Prinsipnya itu,” kata Agus di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, belum lama ini

BACA  Viral di Medsos, Video Oknum Aleg DPRD Morut Digerebek Istrinya Selingkuh di Mobil

Untuk proses perizinan, Agus menyebut akan mudah. Aturan teknis dari beleid ini akan terbit dalam Permendag.

“Pada dasarnya kita mengeluarkan kebijakan dalam hal tadi, dan sekarang izin itu mudah. Sudah ada mempermudah dunia usaha termasuk dalam perizinan,” katanya.

Keputusan ini diterapkan untuk memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan. Pemerintah, kata Agus, hanya ingin mengetahui seberapa besar pelaku usaha yang menjajakan barangnya di e-commerce.

“Kalau orang jualan yang tidak punya izin kan bisa kita merasa dirugikan karena bisa saja orang asing yang menjalankan. Ini kan juga tidak baik untuk usaha kita,” kata Agus.

BACA  Viral di Medsos, 4 Jam Suami dan Anak Terjebak di Loteng saat Banjir

“Jadi tetap otomatis harus izin semuanya ada di wilayah Indonesia. Selama usaha yang ada di wilayah Indonesia, mereka harus memiliki izin. Itu saja prinsipnya,” tegasnya.

Jualan di Medsos

Lalu bagaimana untuk berjualan di Media Sosial? Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto mengatakan harus menunggu Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) untuk ketentuan tersebut. PP 80/2019 belum bisa memberi kriteria detil untuk hal yang dimaksud.

“Kami sedang menyusun aturan turunannya, berupa Permendag. PP belum bisa detail operasional,” kata Suhanto saat dikonfirmasi, kemarin.

Secara umum, dia menjelaskan PP 80/2019 dibentuk untuk memberikan kesamaan iklim usaha. Sosialisasi Permendag sebagai turunan PP 80/2019 akan disampaikan Desember 2019. (BC-AM).

Tag: , , ,
Next Post

Brigjen Pol Drs. Syafril Nursal Resmi Pegang Tongkat Komando Polda Sulteng

JAKARTA – Brigjen Pol Drs. Syafril Nursal, SH, MH resmi jabat Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng). Hal ini menyusul pelantikan dan sera terima jabatan dari pejabat lama Irjen Pol Drs. Lukman Wahyu Hariyanto, M.Si. Yang berlangsung di Mabes Polri Jakarta yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Drs Idham Azis, M.Si […]