Gerhana Matahari Cincin 26 Desember Bisa Disaksikan di Sulteng

Azis
Gerhana Matahari. – guardian.com
Bagikan:

PALU — Kabar menarik bagi warga Sulawesi tengah, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika stasiun Geofisika kelas I Palu.

Mengatakan fenomena Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019 (hari ini red). Dapat disaksikan di Provinsi Sulawesi Tengah meski bukan jalur perlintasan bayang utama.

Menurut Kepala Seksi Observasi BMKG kelas I Palu Bambang Haryono yang dihubungi Bisnis Indonesia. Mengungkapkan Gerhana Matahari Cincin (GMC) hanya dapat disaksikan sempurna di 25 kota dan tujuh provinsi di Tanah Air.

BACA  BMKG Umumkan Ada 29 Sesar Aktif di Sulteng

Yakni Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat. Kemudian  Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang menjadi perlintasannya.

“Di Sulawesi Tengah masih bisa menyaksikan GMC meskipun tidak sempurna. Berbeda dengan Gerhana Matahari Total 2016 daerah kita menjadi perlintasan sentral, ” ujar Bambang.

Diakuinya, pengamatan kontak awal antara matahari dan bulan atau fase antumbra. Yaitu perpanjangan proyeksi bayang utama akan terjadi mulai pukul 11.15 WITA-11.30 WITA.  Atau pukul 10.13 WIB yang dapat disaksikan di seluruh daerah di Sulawesi Tengah.

BACA  Momentum Rakor APPSI, Sulteng Jalin Kerjasama dengan Sejumlah Provinsi

Sedangkan fase puncak GMC akan terjadi pada pukul 13.15 WITA-13.30 WITA. Dan kontak akhir sekitar pukul 14.00 WITA-15.00 WITA.

“Kami juga akan melakukan pengamatan di kantor BMKG kelas I Palu menggunakan teropong, ” kata Bambang menambahkan.

Dia menyarankan bagi warga yang menyaksikan fenomena langkah itu agar tidak melihat langsung dengan mata telanjang.  Karena sangat berbahaya terhadap mata, olehnya pengamatan perlu menggunakan alat khusus.

BACA  Sembuh Corona di Sulteng Bertambah 11 Orang

Dia menjelaskan, GMC ini merupakan fenomena alam yang terjadi ketika matahari, bulan dan bumi segaris.  Tetapi piring bulan tampak lebih kecil dan tidak menutupi piringan matahari secara utuh.

Dijelaskannya, tidak ada tempat pengamatan khusus disediakan pemerintah maupun pihak swasta. Berbeda dengan pengamatan GMT 2016 yang sudah terencana dengan matang.

Bahkan sejumlah wilayah di Palu dan sekitarnya menyediakan sejumlah fasilitas pendukung.

“Sebenarnya di semua tempat bisa melihat fenomena ini, ” bebernya. (BC-AM).

Tag: , ,
Next Post

Kota Betlehem Sambut Peziarah Natal

BETLEHEM-Warga Palestina di Betlehem menyambut gembira peziarah Kristen yang mengunjungi tempat kelahiran Yesus Kristus di hari Natal. Dilansir Jawa Pos Group (JPG) Sejak Selasa pagi (24/12/19), warga lokal maupun turis asing mempersiapkan festival malam Natal. Para peziarah sudah berbaris panjang di depan grotto alias gua yang biasa disebut Kapel Gua […]