Oknum Personel TNI AD Ditahan Karena Aniaya Warga

Azis
Danrem 132/Tadulako Kolonel Inf Agus Sasmita.(dok)
Bagikan:

PALU – Sejumlah prajurit Kompi Senapan Batalyon 714 Sintuwu Maroso diproses oleh Polisi Militer TNI AD karena menganiaya salah seorang warga di Kabupaten Poso. Korban sebelumnya menantang akan memukul seorang personel TNI AD.

Korban diketahui bernama Muhlis (51), warga Dusun Bawulu, Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Danrem 132/Tadulako Kolonel Inf Agus Sasmita. Dia menyebutkan permasalahan tersebut sudah berakhir damai antara korban, pihak keluarga, dan TNI AD.

“Memang betul ada perselisihan antara personel kami di Batalyon 714 Sintuwu Maroso dengan salah seorang warga pada Minggu (12/01/2020). Namun, kami sudah meminta maaf kepada korban dan permasalahan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Serta mengganti rugi biaya pengobatan sebesar Rp 25 juta,” ungkap Kolonel Agus Sasmita seperti dilansir detikcom, Selasa (14/01/2020).

Menurut Agus, para personel yang terlibat dalam penganiayaan tersebut diproses sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan serta akan menjalani masa tahanan selama 21 hari. Dia juga meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya kepada POM TNI AD.

“Kita tindak tegas aparat yang terlibat, ini menjadi sebuah pelajaran kepada seluruh jajaran agar tetap harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Untuk penyebabnya diketahui sama sama dipengaruhi oleh alkohol. Akan tetapi personel kami tetap salah dan harus diproses, dan dihukum dalam tahanan militer selam 21 hari,” ucapnya.

Informasi yang dihimpun detikcom, korban sebelumnya meminjam uang kepada salah seorang personel pada 2018. Namun, korban menantang dan mengeluarkan kata-kata yang tidak baik saat ditagih untuk membayar utang. Kemudian terjadi cekcok hingga korban dianiaya para personel.(BC-AM)

Tag: , , ,
Next Post

Oknum Polisi Rampas Kamera Jurnalis, Diganjar Penundaan Kenaikan Pangkat

PALU– Oknum polisi di Polres Palu Briptu Jumardi, akhirnya divonis bersalah karena telah merampas kamera dan menghapus rekaman liputan demonstrasi mahasiswa milik seorang jurnalis pada 25 September 2019 lalu. Keputusan ini tertuang Dalam sidang disiplin yang dipimpin Wakapolres Palu, Kompol Abdul Aziz pada kemarin (15/01/2020). Sehingga itu Briptu Jumardi dijatuhi […]