Tudingan Pungli Puluhan Juta di SMPN 2 Bomba Dinilai Tendensius Karena Tanpa Bukti dan Fakta

Azis
ketua komite SMP N 2 Bomba Marjan Tehampa.(dok)
Bagikan:

POSO – Pemberitaaan di salah satu media yang terbit di Palu, soal Kejaksaan dan Tipikor di desak usut pungli puluhan juta di SMP N 2 Bomba Kabupaten Poso.

Dinilai pihak sekolah dan komite orang tua siswa terlalu berlebihan dan tendesius. Karena tidak melakukan cros chek lapangan tentang sejauh mana keberadan dana tersebut dan fakta sebenarnya yang terjadi.

Para pihak terkait yang diwakili Ketua Komite Marjan Tehampa mengungkapkan awal kejadiannya Pembebanan biaya pendidikan kepada orang tua murid untuk pengadaan wifi, server dan computer. Senilai Rp 90 juta yang dipungut lewat persetujuan rapat komite bersama orang tua murid di SMPN 2 Bomba, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso.

Namun ditengah perjalanan adanya arahan kepala dinas agar dikembalikan meski itu melalui rapat komite. Karena bertentangan dengan Permendikbud nomor 75 tahun 2016 khususnya Pasal 12 huruf b dan f.

Maka himbauan itu dilaksanakan pihak sekolah dan komite sekolah.”Perintah itu kami lakukan dengan pihak sekolah,”ungkap Marjan Tehampa.

Namun menurutnya kondisi di lapangan tidak demikian, karena saat dikembalikan para orang tua siswa menolak. Dengan alasan kehadiran internet di sekolah, mengutungkan para siswa.

Karena selain menambah pengetahuan para siswa juga para siswa tidak lagi berkeliaran. “Adanya internet anak-anak tidak lagi  kesana kamari. Dan kalau ada tugas dari sekolah anak-anak so tidak turun ke Tentena cari internet.Jadi kami orang tua diuntungkan tidak ada ongkos transportasi lagi anak-anak ke Tentena sana,”ungkap para orang tua siswa.

Dokumen rapat orang tua siswa SMPN 2 Bomba.(istimewa)

Dengan realita dan alasan tersebut maka pihak sekolah dan komite tidak bisa berbuat apa. “jadi bukannya kami melanjutkan larangan Kadiknas, orang tua siswa yang tidak mau dikembalikan,”Tandas Marjan Tehampa yang juga kepala Desa Bomba.

Dan untuk meyakinkan Kades meminta pihak yang menuding dapat melakukan pengecekan langsung di lapangan. “Jangan hanya menduga-duga, tapi tanyakan langsung ke orang tua siswa,”bebernya.(BC-Am/Oni).

Tag: , , , ,
Next Post

Bawa Narkoba 35 Gram ke Manado Kurir Lintas Provinsi Diciduk Polres Gorut

KWANDANG – Kepolisian Resort Gorontalo Utara (Polres Gorut) berhasil mengagalkan peredaran gelap narkoba jenis sabu-sabu seberat 35 gram. Barang haram tersebut ditangkap dari tangan JD warga Kelurahan Limba U II, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Penangkapan terhadap JD dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Gorut, IPTU Harisno Pakaja,S.E pada 28 Januari […]