Giliran Discovery Chanel AS, Bawa Pakar Satwa, Bantu Selamatkan Buaya Berkalung Ban di Palu

Azis
buaya-berkalung-ban-palu NANANG/AFP
Bagikan:

PALU – Buaya berkalung ban menjadi perhatian dunia. Setelah pakar buaya asal Negara Australia Matt Wright dan Cris Wilson. Gagal menyelamatkan buaya berkalung ban di sungai Palu.

Kini untuk kedua kalinya giliran televisi asal Amerika Discovery Chanel. Yang akan membawa pakar biologi satwa liar Forest Galante. Untuk membantu menyelamatkan buaya berkalung ban.

Keterlibatan Discovery Chanel itu diketahui dengan adanya surat keputusan.  Dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI. Yang diterima Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah pada Rabu (19/2/2020) sore.

BACA  Momen Hari Bhakti Rimbawan ke-38, Berbakti di Tengah Pandemi Untuk LHK

Dikutip dari Tribun, Kepala Satgas Penanganan Buaya BKSDA Sulteng, Haruna. Mengatakan, pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan atas izin keterlibatan Discovery Chanel tersebut. Dalam upaya penyelamatan buaya berkalung ban di Kota Palu

Jika tidak ada aral melintang, surat itu akan dibalas dengan pemberitahuan bahwa pihaknya. Sedang dalam tahap recovery satwa buaya berkalung ban agar tidak terjadi perubahan perilaku.

BACA  Momen Hari Bhakti Rimbawan ke-38, Berbakti di Tengah Pandemi Untuk LHK

“Proses recovery itu kurang lebih sekitar 2 sampai 3 minggu,” jelas Haruna.

Tentu kata Haruna, waktu recovery itu digunakan atau bisa dimanfaatkan oleh Discovery Chanel. Untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk melakukan produksi program televisi di Kota Palu.

Sebab lanjut Haruna, lembaga industri seperti Discovery Chanel harus ada sejumlah persyaratan administrasi. Yang harus dipersiapkan sebelumnya, termasuk koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

BACA  Momen Hari Bhakti Rimbawan ke-38, Berbakti di Tengah Pandemi Untuk LHK

“Dia perlu koordinasi dengan pihak ahli satwa, ada juga kameraman, tentu membutuhkan waktu. Kalau dari jakarta, informasinya akan kerja dalam 2-3 minggu ke depan,” jelas Haruna.

Terkait program televisi yang akan diproduksi. Haruna menjelaskan, hal itu jika sudah dipersentasikan di jakarta. Dan pihak kementerian menyetujui, pihaknya tidak mempermasalahkan.

“Yang penting buaya bisa ditangkap dan ban bisa dilepaskan, kemudian buaya kembali dilepasliarkan,” tandas  Haruna.(BC-AM).

Tag: , , ,
Next Post

IRT di Manado Tergiur Belanja Online, Uang Puluhan Juta Raib

MANADO – Ditengah kemajuan tehnologi, kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Jika tidak, nasib sial seperti dialami seorang ibu rumah tangga (IRT) di Manado akan terjadi pada diri kita. IRT berinisial IT alias Indra (40), Warga Desa Sea Dua Jaga II, Kecamatan Pineleng. Pasalnya, IRT ini menjadi korban penipuan yang dilakukan pelaku […]