Gunakan Uang Rp 40 Ribu, Dua Kali Opa Gagahi Anak Tetangga

Azis
bocah perempuan(Ilustrasi)
Bagikan:

TILAMUTA – Bermodalkan uang Rp 20 ribu, seorang Opa berusia 61 tahun berinisial AY warga Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo. Berhasil menggagahi seorang bocah sebut saja Mawar yang baru berusia 11 tahun.Ironisnya aksi bejad Opa terhadap anak tetangganya ini sudah dua kali dilakukan.

Dihimpun dari sejumlah sumber, kasus ini terungkap berawal dari laporan Mawar kepada orang tuanya yang sakit di bagian tubuhnya. Mendengar penuturan tersebut, keluarga Mawar marah, kemudian melaporkannya ke Sat Reskrim Polres Boalemo.

BACA  Komsumsi Obat Herbal, Warga Boalemo Tewas

Dari laporan polisi ini terungkap pula kejadian ini sudah terjadi dua kali. Kali pertama terjadi pada tanggal 15 Februari 2020 pukul 20.00 WITA. Dimana AY melakukan perbuatan bejatnya di dalam kamar. AY lantas memberikan uang sebesar Rp 20 ribu kepada Mawar agar aksinya itu tidak diberi tahu ke siapa-siapa.

Selanjutnya aksi kedua, pada esok harinya tanggal 16 Februari 2020 pukul 18.30 WITA di tempat yang sama.

BACA  Polres Boalemo Apel Gelar Pasukan Ops Simpatik Otanaha 2023

Saat itu Mawar dipanggil oleh AY untuk datang dan menjaga rumahnya. Setelah Mawar berada di rumah pelaku. Mawar dikunci dari luar oleh pelaku yang pergi untuk membeli rokok.

Sekembali dari membeli rokok AY masuk kamar dan langsung mencium pipi korban, serta melakukan hal-hal lain selayaknya suami istri. Lagi-lagi, untuk menutupi aksi bejat pelaku, Mawar diberikan uang tutup mulut sebesar Rp 20 ribu

Dikonfirmasi Kasat Reskrim Polres Boalemo AKP Raidmun Lahmudin, SE membenarkan hal tersebut.

BACA  Jumat Curhat Polres Boalemo, Pengajar Ungkap Marak Penambangan Ilegal, Isu Gola, Hingga Kekerasan Anak

AKP Raidmun mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan beberapa saksi dan saksi korban serta pemeriksaan terhadap terduga AY. Polisi menetapkan sang Opa sebagai pelaku dalam kasus pelecehan seksual tersebut.

“Kami jerat pelaku dengan Pasal 81 ayat 1 dan Pasal 82 ayat 1 undang-undang No. 17 Tahun 2016, tentang penetapan PERPU No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ” ujarnya.(BC-AM).

Tag: , , ,
Next Post

PT Tanjung Putia Terancam Dipolisikan

BUNGKU – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Industri Kesehatan Energi dan Pertambangan (FIKEP). Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI ) Kabupaten Morowali Sahlun Sahidi. Akan menempuh jalur hukum terkait dugaan upaya mematikan serikat pekerja. “Kami akan segera melaporkan pihak PT Tanjung Putia kepada penegak hukum, khususnya di Direktorat Kriminal Khusus […]