Diduga PT. GNI Bangun Smelter Diam-diam, Enam Bulan Beroperasi, DPRD Tak tahu

Azis
kantor DPRD Morowali Utara (Dok)
Bagikan:

KOLONODALE- Mencuatnya gejolak persoalan ganti rugi tanah akhirnya mengungkap tabir keberadaan PT Gunbuster Nickel Industri (PT.GNI).  Yang berada di lokasi di Bungini, Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Morowali Utara.

Perusahaan sedang membangun smelter pemurnian nikel PT. Virtue Dragon ini yang rencananya akan membangun 60 unit tungku smelter, dikabarkan lebih besar dari smelter PT.IMIP di Morowali.

Ironisnya menyangkut keberadaan perusahaan yang sudah enam bulan beroperasi ini, jajaran anggota legislatif DPRD Kabupaten Morowali Utara (Morut). Tidak tahu menahu jika selama ini ada perusahaan tambang biji nikel yang akan membangun smelter di Morut.

BACA  Tak Miliki Izin, DPRD Sulteng Ancam Proses Hukum Perusahaan Tambang Nikel di Morut

Salah satunya Wakil Ketua I DPRD Morut.Idham Ibrahim mengaku pemerintah maupun perusahaan belum pernah memberitahukan DPRD terkait rencana pembangunan smelter.

“Kalau ada perusahaan yang mau imvestasi di daerah, minimal ada surat pemberitahuan dari eksekutif, tapi ini belum ada” kata Idham, dilansir Metrosulawesi.

Maka untuk meyakinkan bahwa bukan cuma dirinya yang tak tahu. Idham meminta wartawan menanyakan pada koleganya sesama anggota dewan.

BACA  Viral di Medsos, Video Oknum Aleg DPRD Morut Digerebek Istrinya Selingkuh di Mobil

Koleganya anggota komisi II yang membidangi pendapatam ekonomi dan keuangan Wardah Dg Mamala juga mengaku tidak pernah diberi tahu eksekutif jika ada perusahaan tambang yang masuk Morut.

“Kami tidak pernah diberi tau bak lewat lisan maupun surat, jika ada perusahaan tambang yang akan investasi di Morut,” jelasnya.

Dirinya tau ada perusahaan tambang masuk Morut setelah masyarakat mengadu lahan mereka di serobot.

BACA  Tak Miliki Izin, DPRD Sulteng Ancam Proses Hukum Perusahaan Tambang Nikel di Morut

“Kami tau setelah masyarakat mengadukan soal lahan mereka diatas lokasi pembangunan pabrik yang belum diganti rugi, ” urainya.

Eksekutif dan perusahaan, sambungnya, tidak pernah melapor jika ada Invetasi masuk Morut.

“Mereka baik pemda dan perusahaan tidak tuh pernah melapor ke DPRD tidak pernah presentasi, sosialisasi ke kami soal ini. Nanti ada masalah dengan masyarakat baru di tahu,” cetus Wardah.(BC-AM/Ger/Rud)

Tag: , , , ,
Next Post

Bayi Ganteng Ditemukan di Teras Masjid

PAGUYAMAN – Warga Gorontalo khususnya yang berada di Pulubala Kabupaten Gorontalo digemparkan dengan penemuan sesosok bayi yang baru dilahirkan. Bayi imut dan ganteng ini ditemukan masyarakat di Masjid Kubah Emas Desa Bhakti kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo, Sabtu (23/2/2020) sekitar pukul 21.30 WITA. BACA  Tak Miliki Izin, DPRD Sulteng Ancam Proses […]