Jaringan Narkoba Internasional Ditangkap BNNP, Lima Orang Warga Sulteng Diamankan,210 Gram Sabu Disita

Azis
warga Sulteng yang berhasil diamankan(Isitimewa)
Bagikan:

GORONTALO – Peredaran gelap narkoba jaringan internasional. berhasl digagalkan Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Gorontalo. Lima orang ditangkap bersama barang bukti berupa 210 gram sabu-sabu. Selain uang ringgit Malaysia yang nilainya setara Rp 50 juta berhasil diamankan.

Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Pol. Suparwoto, menjelaskan, pengungkapkan terhadap lima orang jaringan narkoba internasional masing-masing I, E, F, Ky, dan Bs. I, E, F, dan Ky yang tercatat merupakan warga asal Luwuk, Sulawesi Tengah. Sementara Bs diketahui merupakan warga asal Sulawesi Selatan.

Berlangsung secara maraton, yang diawali penangkapan terhadap I pada 28 Januari 2020 di pelabuhan Feri Gorontalo. Saat itu petugas BNNP Gorontalo mendapatkan bila ada seseorang dari Luwuk, Sulawesi Tengah membawa paket narkoba ke Gorontalo. Dari tangan I, petugas BNNP mendapatkan satu paket narkoba.

BACA  Tertangkap Tangan Miliki Sabu, Warga Sulteng Diringkus Polisi Gorontalo

Berdasarkan keterangan I, petugas BNNP melakukan pengembangan. Keesokan harinya, 29 Januari 2020, petugas BNNP Gorontalo menangkap E dan F di Luwuk, Sulawesi Tengah. Dari tangan F, petugas mendapati 1 paket narkoba.

Petugas BNNP kembali melakukan pengembangan. Lebih kurang dua pekan, petugas BNNP Gorontalo kembali menangkap Ky, yang merupakan jaringan peredaran narkoba E, F, dan I. Selain mengamankan Ky, petugas BNNP Gorontalo turut mengamankan 1 paket narkoba.

BACA  Tertangkap Tangan Miliki Sabu, Warga Sulteng Diringkus Polisi Gorontalo

Selanjutnya berdasarkan pengembangan, petugas BNNP Gorntalo berhasil menangkap Bs saat berada di Palu, Sulawesi Tengah, pada 20 Februari 2020. Dari Bs, petugas mengamankan narkotika jenis sabu seberat 200 gram.

Lebih jauh Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Pol. Suparwoto, mengungkapkan, masih akan melakukan pengembangan, terkait penangkapan 5 orang jaringan pengedar narkoba internasional.“Kita tidak berhenti di sini, tetapi masih akan terus kita kembangkan. Dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain yang akan ikut ditangkap,” ujar Suparwoto.

Indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang

Kepala BNPP Gorontalo saat memberikan keterangan soal pengungkapkan jaringan narkoba(istimewa)

Menurut Suparwoto, dari hasil pengembangan dan pemeriksaan diketahui narkoba yang berhasil diamankan dari para tersangka berasal dari Malaysia. Barang tersebut dibawa masuk ke Indonesia melalui jaringan tranportasi laut, serta transportasi udara.

BACA  Tertangkap Tangan Miliki Sabu, Warga Sulteng Diringkus Polisi Gorontalo

“Para tersangka ini merupakan warga negara Indonesia. Barangnya yang dibawa dari luar negeri,” kata Suparwoto.

Menariknya lagi kata Suparwoto,selain pengembangan kasus peredaran narkoba, BNNP Gorontalo juga turut mengembangkan indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sejumlah bukti-bukti terkait TPPU dalam kasus peredaran gelap narkoba tersebut.

Sementara dilakukan pengkajian.“Barang bukti sudah kita amankan, dan kita akan turut mendalaminya berkaitan TPPU,” ungkap Suparwoto.(BC-AM).

Tag: , , ,
Next Post

Monumen 100 Tahun jemaat Hosana Kaduwaa Diresmikan

NAPU – Monumen HUT 100 Tahun berdirinya jemaat Hosana GKST Kaduwaa Klasis Napu. Diresmikan Gubernur Sulawesi Tengah longki Djanggola didampingi Bupati Poso Kol Pur Darmin Sigilipu, kemarin (5/3/2020). Prosesi perayaan diawali dengan laporan panitia yang disampaikan Emil Tombokan. Ia menyampaikan acara Hut 100 Tahun GKST Jemaat Hosana Kaduwaa Napu. Berdiri […]