Dugaan Korupsi Dana Desa, Oknum Bendahara Desa Bewa Dituntut 4 Tahun Penjara

Azis
Terdakwa saat mendengarkan pembacaan tuntutan di PN Palu. (Foto : Ist)
Bagikan:

PALU-Oknum Bendahara Desa Bewa Kecamatan Lore Selatan Stefen Rion Alifa alias Epen terdakwa penyalahgunaan APBdes Bewa 2018, dituntut pidana 4 tahun penjara.

Ancaman pidana ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Suharto pada sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ernawati Anwar di Pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Palu, kemarin (16/3).

Selain pidana penjara, terdakwa membayar uang denda Rp 150 juta, subsider 6 bulan kurungan, membayar uang pengganti Rp 121,1 juta, subsider 1 tahun penjara.

“Terdakwa terbukti secara sah bersalah sebagaimana Pasal 8 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” ungkap JPU Andi Suharto.

JPU mengatakan, hal memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, berbelit- berbelit dan tidak mengakui serta menyesali perbuatanya.

Sesuai dakwaan JPU, modus terdakwa mencairkan dana lewat BRI Unit sebesar Rp 300 juta. “Setelah cair, ternyata dalam peraturan perbankan untuk Bank Unit tidak dibolehkan mencairkan sebesar dana tersebut, ” katanya.(BC-AM).

Tag: , ,
Next Post

Pemprov Sulteng Liburkan Sekolah dan Tempat Hiburan Ditutup

PALU – Pencegahan dan antisipasi penyebaran covid -19 di Sulawesi Tengah. Maka Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. Resmi mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah dan menutup tempat – tempat hiburan dan bioskop. Kebijakan itu tertuang dalam surat edaran Gubernur Sulteng Nomor 443/141/DIS.KES. Khusus menyangkut akivitas sekolah. Tertuang […]