Kota Bogor Umumkan KLB, Setelah Walikota Bima Arya Positif Corona Bersama Dua Warga

Azis
Bagikan:

BOGOR – Setelah Walikota Wali Kota Bima Arya,dan dua warga dinyatakan positif Corona (COVID-19). Berdasarkan data tersebut, Pemkot Bogor mengumumkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Dengan adanya 3 kasus positif ini, maka Kota Bogor memberlakukan status Kejadian LUAR BIASA (KLB),” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor. Dr Sri Nowo Retno dalam keterangannya, Jumat (20/3/2020).

BACA  Buol Tambah 5 Pasien Baru, Positif Corona di Sulteng 47 Kasus

Hasil test dari Labkesda provinsi Jawa Barat menunjukkan 3 pasien yang terkonfirmasi positif mengidap virus Corona (Covid-19). Yaitu 1 Wali Kota, 1 pejabat pemkot, dan 1 pasien PDP yang sudah dirawat sebelumnya. Ketiganya saat ini dirawat di RSUD Kota Bogor.

“Saat ini Dinas Kesehatan Kota Bogor sedang berfokus pada penelusuran 3 kasus positif yang telah terjadi. Sudah dilakukan penelusuran dari 3 kasus positif ini. Termasuk orang orang yang sempat kontak dengan Wali Kota,” tuturnya.

BACA  Positif Corona Sulteng Naik 129 Kasus, Tambahan 1 Morut, Pasien Sembuh 3 Orang

Selain itu untuk menyikapi keterbatasan kit untuk tes Covid-19, yaitu VTM, dinkes terus mengupayakan pengiriman dari laboratorium Kemenkes dan Labkesda Provinsi Jawa Barat.

Sampai dengan saat ini, untuk tes virus Corona. Dilakukan sesuai indikasi dan belum bisa dilakukan secara mandiri.

BACA  Satu Pasien Positif Corona Kota Palu, Masih Dirawat di RSUD Undata

“Untuk langkah selanjutnya, Dinas Kesehatan Kota Bogor. Akan fokus pada penyiapan pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi kenaikan kasus.

RSUD Kota Bogor sudah ditetapkan sebagai RS Rujukan virus Covid-19. Sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat tanggal 17 Maret 2020,” paparnya.(BC-AM).

Tag: , , , ,
Next Post

Delapan Warga Gorontalo, Dinyatakan Suspect Corona

GORONTALO – Sebanyak 8 warga di Gorontalo masuk dalam kategori suspect (terduga,red) corona. Status lanjut dari 8 warga tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Selain itu ada 86 warga yang masuk dalam orang dalam pemantauan (ODP) Corona. Adanya delapan warga yang suspect virus corona itu disampaikan […]