Data Pusat Tiga, Pemprov Sulteng Klaim Dua Positif Covid-19

Azis
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr Reny Lamadjido.(metro)
Bagikan:

PALU – Terjadi perbedaan data jumlah orang positif virus corona di Provinsi Sulawesi Tengah. Data pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah soal jumlah orang positif virus corona (Covid-19) yang dirilis 30 Maret 2020, masih berjumlah dua orang pasien.

Namun jika mengacuh pada data pusat, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, tertanggal 30 Maret 2020.  Di Provinsi Sulawesi Tengah tercatat 3 pasien yang terkonfirmasi corona Covid-19.  Atau ada 1 penderita baru dari data hari sebelumnya yang berjumlah 2 orang.

BACA  Pemprov Sulteng dan Perusahaan BUMN Korea, Seriusi pembangunan PLTA Bongka
data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulteng.(humasprov)

Menangapi perbedaan data itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr Reny Lamadjido menjelaskan. Penyebabnya lantaran pusat menggunakan domisili atau alamat yang tertera di KTP pasien positif untuk pencatatan daerah asal pasien.

BACA  Tiga Orang Meninggal Perhari di Gorontalo, Covid-19 Renggut 312 Orang

Meski sebenarnya pasien dirawat di rumah sakit di daerah lain. Sedangkan pendataan yang dilakukan Pusdatin Sulteng berdasar wilayah perawatan atau isolasi pasien.

“Ternyata pasien positif corona Covid-19 itu dirawat di rumah sakit di Makassar. Cuma karena KTP-nya tercatat asal Palu.  Jadi pusat memasukkan dia sebagai pasien asal Sulawesi Tengah,” kata dr Reny Lamadjido, Semalam (30/03/2020).

BACA  Usai Kontak Walikota Bima Arya, Dokter di Bogor Meninggal Dunia

Menyoal itu juga Reny mengaku telah berkomunikasi dengan gugus tugas di pusat agar tidak terjadi kesalahpahaman serupa yang dikhawatirkan justru menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kami saja kaget, karena tidak ada laporan balik ke kami, sedangkan laporan hari ini (30/3/2020) sudah lebih dulu kami kirim ke pusat,” katanya.(BC-AM).

Tag: , , , ,
Next Post

Imbas Corona, Harga Bintang Sepak Bola Jadi Murah

JAKARTA – Pandemi virus corona berimbas pada harga jual pemain bintang jadi murah di pasar bursa transfer. Hal ini disebabkan penangguhan kompetisi yang terjadi di seluruh dunia dipastikan berdampak besar bagi finansial klub, pelatih, dan juga pemain. Saat ini Liga Spanyol diperkirakan menelan kerugian sebesar 700 juta euro. Seluruh kompetisi […]