Umat Kristen Ibadah Melalui Live Streaming

Azis
Ibadah daring di gereja di Palu Sulawesi Tengah.(Foto: KS)
Bagikan:

PALU – Melaksanakan himbauan pemerintah untuk mencegah penyeberan virus corona, umat kristiani yang ada di Sulawesi tengah khususnya.

Tidak melaksanakan ibadah di gereja. Untuk gereja dibawah naungan Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) himbauan tersebut telah dikeluarkan sejak dua pekan kemarin.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua umum pdt Jetroson Rense Mth dan Sekretaris Umum pdt Yulianus Tolewo,S Th, MA.

Menghimbau ibadah minggu dan semua jenis kegiatan ibadah bersma untuk sementara tidak dilaksanakan secara terpusat tetapi di rumah masing-masing.

BACA  GKST Desak TNI - Polri, Tuntaskan Operasi Tinombala

“Sehingga itu sejak himbauan itu keluar sudah memasuki dua pekan ini kami tidak melaksanakan ibadah di gereja maupun ibadah kelompok,’ungkap Iger Warga Tentena.

Sementara itu menyikapi kondisi inilah, gereja di Kota Palu, beribadah dengan sistem dalam jaringan (daring). Dari gereja, pendeta memberitakan firman dan disiarkan langsung lewat video di youtube.

Salah satunya di gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Jemaat Victory Palu. Ibadah minggu (5/4/2020) pagi dilaksanakan dengan sistem daring

Ibadah tetap dilaksanakan di dalam gereja namun hanya ada pendeta, pemain musik dan petugas multimedia. Dengan peralatan seadanya , ibadah minggu disiarkan langsung dan diikuti jemaat dari dalam rumah masing-masing.

BACA  Beteleme Tuan Rumah Sidang Sinode GKST ke-47

Ibadah Jumat Agung Paskah

Gembala jemaat GKST Victory Palu Pendeta Jan Elias Tendean mengatakan pelaksanaan ibadah secara daring untuk mencegah jemaat penyebaran virus corona.

“Ibadah live streaming baru hari ini sehingga kami bersyukur karena dengan segala keterbatasan peralatan, boleh terlaksana apa yang boleh dilakukan hari ini.

Namun ibadah di rumah-rumah sudah dilakukan sebelum hari minggu ini. Kami melakukan itu karena kami sungguh merindukan bahwa penyebaran virus ini boleh berhenti.

BACA  Monumen 100 Tahun jemaat Hosana Kaduwaa Diresmikan

Karena dengan berhentinya virus, satu kali kita akan berkumpul dan beribadah di rumah Tuhan. Kalau nanti semua sudah berjalan dengan aman dan nyaman maka kita semua pasti akan berkumpul di rumah tuhan,” kata Pendeta Jan Elias Tendean dilansir Kabarselebes.

Ibadah dengan sistem daring akan terus dilaksanakan termasuk ibadah Jumat Agung dan hari raya paskah pada 10 dan 12 April nanti. “Ibadah akan normal dilakukan ketika indonesia sudah steril dari penyebaran virus corona,”pungkasnya.(KS/BC-AM).

Tag: , , , ,
Next Post

Cegah Penyebaran Virus Corona, PBNU Imbau Salat Tarawih di Rumah

JAKARTA – Guna memutus rantai penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau kepada warga nahdliyin. Dan seluruh umat muslim untuk menjalankan salat tarawih di rumah masing-masing pada bulan Ramadan 2020. Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran PBNU dengan Nomor 3953/C.I.034/04/2020. Surat edaran itu dibuat pada […]