Mulai Menurun Kematian Corona di Spanyol

Azis
Bagikan:

MADRID – Kementerian Kesehatan mencatat, total kematian di Spanyol mencapai 12.418 orang. Angka ini  tertinggi di dunia setelah Italia. Sejak pandemi pertama kali muncul di China pada Desember tahun lalu.

Jumlah pasien terinfeksi naik 4,8 persen menjadi 130.759 orang. Namun dibandingkan 1 April lalu yang mencapai 8,2 persen, dan 14 persen pada 10 hari yang lalu, maka artinya terjadi perlambatan.

“Perasaan yang kami dapatkan dari daerah adalah tekanannya mereda,” kata María José Sierra dari Pusat Darurat Kesehatan Spanyol.

BACA  Ternyata Pasien Terakhir Positif Corona Merupakan Anggota DPRD Sulteng

Penurunan itu menurut Siera, karena kepatuhan warga terhadap imbauan menjaga jarak fisik (physical distancing) untuk menekan penyebaran virus coreona.

“Itulah yang kami harapkan setelah tiga minggu melalukan tindakan menjaga jarak, hasilkan kelihatan,” tuturnya

Bahkan terakhir  Negeri Matador itu mencatat penurunan jumlah kematian selama tiga hari berturut-turut. Pada Minggu, 5 April 2020, jumlah korban meninggal mencapai 674 orang. Menurun tajam dibandingkan tanggal 2 April yang tercatat 950 orang atau terjadi peningkatan 5,7 persen selama 24 jam terakhir.

BACA  Status PDP Istri Pasien Corona yang Meninggal, Dilarikan ke RSUD Undata

Seperti diberitakan dari thelocal.es, seorang perawat di rumah sakit di Lerida Catalonia bernama Empar Loren menyebutkan, kondisi semakin stabil.

“Jumlah pasien dalam perawatan insentif tidak banyak pertambahannya. Kami juga mulai mengeluarkan mereka yang sudah pulih,” ucapnya.

Pihak berwenang Spanyol mulai merencanakan untuk mengakhiri karantina secara bertahap dengan harapan menghindari kebangkitan virus.

BACA  Ditemukan Obat Corona, Lebih Kuat dari Chloroquine

Menteri Kesehatan, salvador Illa mengatakan satu juta alat tes Covid-19 telah dikirim ke pemerintah daerah. Ia meminta kepada kepala daerah untuk memetakan lokasi yang akan dijadikan tempat untuk tes warga.

“Tujuan dasar kami dalam fase penutupan ini adalah untuk memastikan bahwa siapa pun yang menunjukkan gejala didiagnosa sejak dini dan ditempatkan dalam isolasi,” ucapnya.

Illa menambahkan bahwa pemerintah sangat serius mempertimbangkan persyaratan bahwa setiap orang diwajibkan memakai masker setiap keluar.(Tgr/BC-AM).

Tag: , , , ,
Next Post

Opsi Menpora, PON Papua Bakal Ditunda

JAKARTA – Kemenpora ancang-ancang menyiapkan opsi penundaan Pekan Olahgara Nasional (PON) 2020 di Papua. Langkah itu diambil sebagai alternatif andai pandemi Covid-19 tak kunjung mereda jelang PON yagn harusnya dihelat pada 20 Oktober hingga 2 November mendatang. Kabar tersebut ditegaskan Menpora Zainudin Amali saat melakukan teleconference bersama media di Jakarta, […]