Tenang THR PNS AMAN

Azis
Menteri keuangan Sri Mulyani (dok)
Bagikan:

JAKARTA – Pemerintah membantah isu jatah Tunjangan Hari Raya (THR) terhambat tahun ini. Karena membiayain mitigasi Pandemi Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Mengaku pihaknya sudah mengusulkan kepada presiden. Agar ada pembahasan soal THR ASN di rapat kabinet.

“Yang sudah bisa dipastikan adalah THR untuk ASN, TNI, dan Polri di tataran pelaksana. Yakni, golongan 1, 2, dan 3.  THR dalam hal ini sudah disediakan,” terangnya ketika dikonfirmasi kemarin.

Menurutnya yang masih belum mendapat kepastian adalah kalangan pejabat. Dalam hal ini menteri dan setingkatnya, anggota DPR, hingga pejabat eselon 1 dan 2.  Kalangan itulah yang THR-nya akan dibahas lebih lanjut di rapat kabinet terbatas.

BACA  Trend Corona Meningkat Saat PPKM Berlangsung di Poso

“Presiden masih memberikan instruksi, kalkulasinya difinalkan,” lanjutnya. Sehingga nanti bisa langsung diputuskan di rapat terbatas itu.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Nasional. Zudan Arif Falcrulloh mengusulkan agar penghilangan THR tidak diberlakukan merata.

Pasalnya, kata dia, kesejahteraan PNS memiliki perbedaan. Di mana masih banyak PNS di level bawah yang ekonominya pas-pasan.

BACA  Pemprov Sulteng Perpanjang Masa Tanggab Darurat Covid-19

Zudan menilai, sebaiknya THR tetap diberikan kepada para pensiunan, guru, serta pegawai golongan 1 dan golongan 2. “Saya rasa mereka perlu sekali THR,” ujar Zudan, kemarin (7/4).

Sektor Swasta dan Sektor Informal

Sementara, untuk para PNS di level pejabat, misalnya dari eselon I dan eselon 2, dia menilai penghapusan THR bisa dilakukan. Dia melihat hak keuangan yang diterima selama ini. Sudah dapat mencukupi kehidupannya secara layak.

“Apapun keputusan negara kami mendukung,” kata Zudan menegaskan. Sosok yang menjabat Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri itu. Mengaku memahami jalan pikiran presiden yang ingin mengevaluasi THR PNS.

BACA  Makna dan Manfaat Hasil Pemeriksaan COVID-19

Mengingat kondisi keuangan negara saat ini tengah tertekan akibat pandemi Covid-19. Disisi lain, Zudan juga menyadari, dalam kondisi saat ini, PNS termasuk dalam profesi yang aman ketimbang sektor lain.

Seperti sektor swasta dan sektor informal yang saat ini sangat terhantam dampak Corona. Karena itu, ia menyerukan kepada para aparatur sipil negara (ASN) untuk melalakukan aksi solidaritas Nasional. Salah satunya berkenaan dengan tunjangan hari raya mereka.(BC-AM)

Tag: , , , ,
Next Post

Dua Pelaku Pencabulan dan Curanmor Diringkus Polisi

POSO – Korban sempat berteriak akan tetapi pelaku menutup mulut korban dengan tangannya. Usai melakukan aksinya, pelaku kemudian melarikan diri. Meninggalkan korban di semak belukar. Itulah pengakuan korban pencabulan sebut saja Mawar ketika diperiksa pihak kepolisian Polres Poso. Kronologis kejadian ini kembali disampaikan Kasat Reskrim Polres Poso Iptu Aji Nugroho. […]