Pemakaman Jenazah Pasien Corona di Minut, Tertahan 2 jam di depan Kubur

Azis
suasana pemakaman yang sempat tertahan karena keterbatasan APD.(zonautara)
Bagikan:

MANANDO – Pemakaman jenazah pasien positif covid-19 yang berasal dari Minahasa Utara yang meninggal Jumat (10/4/2020) subuh. Sempat tertahan dua jam di depan liang lahat.

Pasalnya karena ketiadaan petugas yang dilengkapi alat pelindung diri (APD).

Awalnya Ambulance yang membawa peti jenazah keluar dari RSUP Kandou Manado sekitar pukul 09.10 WITA dengan pengawalan dari kepolisian.

Jenazah pasien yang berasal dari Minahasa Utara itu diperlakukan dengan prosedur pengurusan jenazah covid-19. Kemudian menuju ke komplek pekuburan di Desa Wusa, Talawaan tempat berasal almarhumah.

BACA  Bertambah Empat Kasus Baru, Pasien Corona Sulut 381 Kasus

Tiba di lokasi pekuburan, peti jenazah sempat tertahan karena Petugas yang menggunakan APD hanya satu orang yaitu sopir ambulance.

Awalnya tidak terlihat sama sekali petugas kesehatan baik dari Dinas Kesehatan Minut maupun dari Puskesmas setempat.

Tidak ada satu pun warga yang ada di lokasi yang berani mendekati mobil ambulance.

BACA  Awal Agustus! 80 Positif Corona di Sulut Berhasil Sembuh

Setelah beberapa saat, wartawan yang ada di lokasi berinisiatif menghubungi Satgas Covid-19 Sulut memberitahu kondisi tersebut.

Sejam kemudian Sekretaris Satgas Covid-19 Sulut dr. Steaven Dandel tiba di lokasi membawa beberapa APD.

Akhirnya dua orang warga setempat, satu anak almarhumah dan satu anggota polisi (Kanit Reskrim Polsek Dimembe). Bersedia ikut membantu proses pemakaman, dengan menggunakan APD lengkap.

BACA  Pasien Corona di Gorontalo Melonjak 94 Kasus, Ketambahan 25 Pasien Baru

“Tadi terjadi miskomunikasi. Semestinya petugas kesehatan setempat harus ada di lokasi untuk mendampingi. Pemakaman bisa dilakukan oleh pihak lain dengan APD lengkap, tapi harus didampingi,” kata Dandel dikutif dari zona utara.

Akhirnya lima orang dengan APD lengkap memakamkan jenazah. Tak ada keluarga lain yang hadir, kecuali satu anak tiri almarhumah.(BC-AM).

Tag: , , , ,
Next Post

Setelah 76 Hari Lockdown, selamat datang kembali Wuhan

WUHAN – Kota Wuhan, Tiongkok pencetus wabah corona kini makin cerah. Hal ini menyusul status lockdown dicabut  tak ada lagi kasus penularan lokal akibat Covid-19. Bahkan kini sudah mengizinkan penduduknya untuk pergi keluar kota pertama kalinya sejak diisolasi selama 76 hari. Kendati demikian, banyak pakar yang khawatir akan gelombang infeksi […]