Pemda se Provinsi Gorontalo Sepakat Usul PSBB ke Menkes

Azis
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memberikan keterangan pers di Posko Gugus Tugas, Dinas Kesehatan.(Humasprov)
Bagikan:

GORONTALO – Seiring dengan terus bertambahnya angka kasus virus Corona di Provinsi Gorontalo. Maka Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se Gorontalo, sepakat untuk mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Menteri Kesehatan RI.

Usulan ini mengemuka saat berlangsung video confrence dengan bupati/walikota serta unsur forkopimda di Posko Gugus Tugas, kemarin (14/4/2020).

“Semua kabupaten/kota, forkopimda, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat mengusulkan Gorontalo segera PSDB.

BACA  Satgas Saber Pungli 28 Kali OTT Tangkap 69 Tersangka di Sulteng

Saya ulangi, semua menginginkan, mengajukan dan membuat argumentasi kondisi daerah dan mengusulkan PSBB, pembatasan sosial berskala besar,” ucap Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat konfrensi pers kemarin.

Menyikapi hal ini, Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki menjelaskan, usulan PSBB di Gorontalo tidak merujuk pada jumlah kasus positif corona.

Dijelaskannya, meski hingga saat ini baru satu kasus, namun kajian epidemologi memperkirakan kasus corona akan lebih besar jika tidak dilakukan PSBB.“Potensi penyebarannya bisa tinggi, di sisi lain fasilitas kesehatan kita sangat terbatas.

BACA  Berturut-turut Bawaslu Gorontalo Raih Predikat Informatif

Baik sarana dan tenaga medis maupun perlengkapan. Sehingga kita sangat khawatir dan jika itu terjadi maka kita tidak bisa menangani peningkatan pasien. Jadi tidak berangkat dari kasus seperti daerah lain, tapi proyeksi peningkatan kasus,” urai Budi.

Sebagai konsekuensi jika PSBB disetujui, pemda dan pemorov sudah menyiapkan Jaring Pengaman Sosial. Bantuan menyasar 84.181 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama tiga bulan ke depan. Data tersebut dihimpun berdasarkan usulan dari kabupaten dan kota.

BACA  Honorer Pemda Dihapus 28 November 2023

Pemprov juga optimis jika stok pangan daerah aman. Sebagai contoh untuk ketersediaan beras, ditaksir cukup untuk kebutuhan 120 hari ke depan. Taksiran itu belum termasuk panen padi periode Mei-Juni.(BC-AM).

Tag: , , ,
Next Post

Satgas Covid -19 Pantau 85 Warga Sulut Alumni Gowa

MANADO – Warga Sulawesi Utara (Sulut) yang mengikuti Itjima di Gowa Sulawesi Selatan(Sulsel). Yang jumlahnya mencapai 85 orang, tersebar di Kota Kotamobagu, Bolmong. Serta Manado, Boltim, Bitung dan Sangihe. Saat ini masuk dalam pemantauan tim surveilans Satgas Covid-19. BACA  Terapkan PSBB Bersama 3 Provinsi, Gorontalo Menuju New Normal“Sebagian besar dari […]