Viral di Medsos, Pedagang Barito Kena Bogem Oknum Satpol PP

Azis
Penganiayaan oknum Satpol PP terhadap salah satu pegadang yang ingin melintas di daerah perbatasan Buol-Gorontalo. (foto capture fb).
Bagikan:

GORONTALO – Viral seorang pedagang bahan pokok rica tomat (Barito) Adbdi Wijaya alias Abo. Mengalami luka di bagian kepala.

Gara-gara Bogem  mentah dari oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP). Saat hendak melintas di Perbatasan Buol-Gorontalo, Rabu (15/4/2020).

Bagaimana hal ini terjadi, menurut sejumlah sumber, kejadiannya sekitar pukul 07.00 WITA. Abo yang mengendarai mini bus Avanza. Saat itu memuat bahan pokok berupa cabai dan tomat (Barito).

Namun saat ingin melintas dari arah Gorontalo menuju Buol. Tepatnya menuju Pasar Diapatih untuk menjual cabai. Ia malah dihalangi untuk tidak bisa melintas.

BACA  Kambing Bermata Dajjal, Hebohkan Gorontalo

Mobil yang dikendarai Abo diperiksa oleh anggota Satpol-PP yang berjaga di perbatasan. Setelah itu, Abo tidak diberi izin akses untuk melintas oleh oknum Satpol-PP yang berjaga di lokasi.

Adu mulut pun terjadi. Abo menilai perlakuan oknum Satpol-PP tidak adil. Sebelum ia dilarang melintas, Abo mengaku Ia melihat ada mobil bermuatan ikan diberi izin untuk lewat.

“Kenapa saya tidak dikasi lewat, sementara yang mobil muat ikan di kasi lewat,” ujar Abo saat adu mulut dengan petugas.

Setelah itu, pihak keamanan kemudian menyuruh Abo turun dari mobil yang dikendarainya.

BACA  Dokter Gigi Lee Su Jin Viral di Medsos, Awet Muda Umur 51 tapi Masih Seperti 20 Tahun

Tidak lama Abo keluar, oknum Satpol-PP melayangkan bogem mentahnya di bagian kepala. Hingga menyebabkan Abo terjatuh dan berdarah.

Adengan pemukulan oleh oknum Satpol-PP ini sempat direkam video dan menjadi viral di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat seorang anggota TNI melerai Abo dengan oknum Satpol-PP. Kondisi pembatasan akses masuk di jalur perbatasan ini sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Sekda Nilai Dua-dua Salah

Menanggapi kejadian tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buol Suprizal Yusuf. Menegaskan kejadian di Perbatasan Buol-Gorontalo dilakukan oleh oknum sopir dan oknum Satpol-PP.

BACA  Viral di Medsos Pelajar SMA di Minahasa Bentak Kapolsek

Suprizal menilai keduanya dikatakan oknum sebab sama-sama salah.

“Jadi jangan menilai cuma petugas yang salah. Petugas tidak akan berbuat demikian. Kalau masyarakat juga patuh dan sopan dihadapan petugas,” ungkap Suprizal saat dikonfirmasi.

Sekda selaku Ketua Tim Satgas itu memutuskan bila ingin memproses secara hukum dipersilahkan. Namun, orang yang melakukan pelanggaran dalam pemeriksaan covid-19. Bisa dikenakan sanksi.

“Berikut utk petugas Satpol regunya ditarik dengan petugas yang baru,” tegasnya. (BC-AM).

Tag: , , , ,
Next Post

Susunan Pengurus Partai Demokrat 2020-2025

JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah mengumumkan susunan struktur kepengurusan periode 2020-2025. AHY, begitu dia akrab disapa, memastikan posisi-posisi pengurus diisi oleh senior partai yang telah banyak berkontribusi terhadap perjuangan partai selama ini. “Komposisi pengurus harian sebagian besar diutamakan diisi oleh para kader lama Partai […]