Komnas HAM Sulteng Desak Kapolri Terbuka Soal Kematian Qidam Alfariski

Azis
Komnas HAM RI Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) menerima laporan keluarga Qidam Alfariski yang didampingi TPM Sulteng (foto: Ant)
Bagikan:

PALU – Setelah pihak Keluarga melapor ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas-HAM) RI Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) atas kematian Qidam Alfariski yang diduga ditembak mati oleh aparat Kepolisian. Komnas HAM mendesak Kapolri untuk melakukan penyelidikan, penyidikan, dan evaluasi terbuka atas kematian pemuda alas Poso Pesisir itu.

Komnas-HAM RI Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) mendesak Kepolisian Republik Indonesia dan Polda Sulteng untuk segera melakukan penyelidikan secara serius terkait penembakan warga Desa Tambarana, Kabupaten Poso yang diduga dilakukan oleh anggota kepolisian. Seperti diketahui, Qidam meninggal pada Kamis (09/04/2020) dengan ditemukan luka tembakan, tusukan dan sayatan di tubuhnya.

BACA  Sulteng Bertambah 65 Pasien Baru, Poso Tertinggi 29 Orang Corona

“Mendesak ke pihak ke kepolisian (Kapolri, Kapolda Sulteng) untuk sesegera mungkin lakukan penyelidikan dan penyidikan secara serius, mendalam dan terbuka atas sebab musabab dan alasan hingga penembakan tersebut terjadi,” ujar Ketua Komnas-HAM Sulteng Dedi Askary dalam keterangan tertulis, mengutip Antara.

BACA  Munas KAHMI Digelar di Kota Palu Sulteng

Menurut Dedi, desakan itu merupakan tindak lanjut dan sikap Komnas-HAM atas aduan ayah dan keluarga korban penembakan almarhum Qidam Alfariski. Dalam keterangan tertulis Komnas-HAM itu juga disebutkan, Qidam meninggal dunia setelah ditembak oleh pihak kepolisian di wilayah Kecamatan Poso Pesisir.

Ayah korban dalam keterangan di Komnas-HAM menyebutkan bahwa anaknya (Qidam) dianiaya dan ditembak mati oleh aparat kepolisian.

BACA  ASN dan Honorer Sulteng Diminta Fokus Kerja

Dalam keterangan itu disebutkan bahwa ayah Qidam Alfariski datang melapor di Kantor Komnas HAM Perwakilan Sulteng didampingi paman dan Tim Pembela Muslim Sulawesi Tengah, di Ruang Penerimaan Pengaduan Komnas HAM Sulteng, sembari menyampaikan pengaduan, sekaligus menyampaikan bantahan mereka atas seluruh keterangan polisi yang menyebut almarhum merupakan anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT).(Kiblat/Ant/BC-AM).

Tag: , , , ,
Next Post

Positif Corona di Sulteng Bertambah Jadi 27 Kasus

PALU – Bertambah lagi jumlah positif Corona Virus Disease (Covid-19) atau Virus Corona di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Hingga Minggu (19/4/2020) ketambahan 3 kasus baru, sehingga menjadi 27 kasus. Jumlah kasus Positif di Provinsi Sulteng hari ini sesuai dengan rilis Data Gugus Covid-19 Nasional. Merujuk pada data yang di rilis […]