Gorontalo Ajukan Usulan PSBB Kedua, Jika Ditolak, Gubernur Siap Bikin Kebijakan Sendiri

Azis
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.(Humasprov)
Bagikan:

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB kedua kepada Pemerintah pusat melalui Menteri Kesehatan.

Bila usulan tersebut pada akhirnya tetap tak disetuji, Provinsi Gorontalo akan mengambil kebijakan sendiri dalam pembatasan sosial.

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, mengatakan usulan PSBB diajukan untuk melindungi rakyat Gorontalo. Terutama dalam memutus rantai penularan virus corona (Covid-19).

“Dampak diberlakukannya PSBB sudah kita pikirkan. Bila ini (usulan PSBB kedua) ditolak, maka saya mau ambil kebijakan sendiri.

Saya ingin melindungi rakyat saya, dan ini sesuai dengan isntruksi Bapak Presiden dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19,” tutur Rusli Habibie.

Menurut Rusli Habibie, PSBB yang diusulkan Provinsi Gorontalo hanya dua. Pertama, menutup semua jalan masuk ke Gorontalo, kecuali angkutan logistik.

Kedua, membatasi aktivitas masyarakat. Aktivitas warga di luar rumah hanya diperkenakan dari pukul 06.00 WITA hingga pukul 17.00 WITA.“Lewat dari pukul 17.00 WITA semua warga harus berada di dalam rumah,” tegas Rusli Habibie.

Gubernur Gorontalo dua periode itu mengaku prihatin dengan berbagai aturan yang dikeluarkan pemerintah berkaitan penanganan Covid-19.

BACA  Muhammadiyah Menetapkan 28 Juni Hari Raya Idul Adha Berikut Lokasi Sholat Idul Adha di Gorontalo

Sementara gubernur bersama bupati/wali kota paling paham dengan kondisi daerah Gorontalo.“Dalam video conference, para bupati/wali kota setuju Gorontalo ditutup total. Baik jalur darat, laut maupun udara,” ungkap Rusli Habibie.

Lebih lanjut Rusli Habibie meminta agar pemerintah pusat tidak menyamakan daerah Gorontalo dengan daerah lain di Jawa. Sebab dari sisi fasilitas maupun sarana dan prasarana yang tersedia jauh berbeda.

“Di Jawa, fasilitas rumah sakitnya banyak. Dokter ahlinya banyak, peralatannya juga canggih. Nah kami di Gorontalo. Rumah sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo sudah hampir full. Dokter ahli paru hanya ada dua,” tutur Rusli Habibie.

Kalau untuk bahan pokok, kata Rusli, Pemprov Gorontalo sudah menyiapkan. Saat ini stok beras di Gorontalo bisa mencukupi hingga Desember 2020.

Begitu pula stok gula di gudang PG Tolangohula ada sekitar 3.000 ton. Demikian pula untuk ikan segar, saat ini tersedia sekitar 21 ton.“Kalau tidak dibatasi, orang-orang ini ke sana-kemari,” kata Rusli Habibie.

BACA  Dokter Kandungan Terbaik Gorontalo Meninggal Dunia Tabrakan di Jalan Trans Sulawesi Amurang Minahasa

Kecewa dan Sedih Kebijakan Pusat

Sebelumnya Gubernur mengaku sangat kecewa dan sedih setelah usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi Gorontalo tak disejutui Menteri Kesehatan RI.

Padahal usulan tersebut mengacu pada instruksi Presiden RI terkait pencegahan penyebaran wabah corona (Covid-19).

Menurut Rusli Habibie, hal yang membuat dirinya sangat kecewa adalah alasan dan pertimbangan yang menjadi dasar penolakan usulan PSBB Gorontalo.

Yaitu didasarkan pada jumlah kematian dan kajian epidemologi yang menyatakan serupa dengan daerah lain atau negara lain.

“Ini yang menurut saya sangat tidak pas. Sebagai Gubernur Gorontalo dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (pertimbangan tersebut) saya kurang menerima,” tegas Rusli Habibibie di hadapan wartawan, kemarin.

“Kami dari tingkat provinsi sampai di tingkat RT/RW sudah mengerahkan kekuatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” sambung Rusli Habibie menambahkan.

Menurut Rusli Habibie, usulan PSBB disepakati berdasarkan hasil kajian dan analisa. Kajian dari segi ekonomi, politik, keamanan termasuk kesehatan. Pengkajian melibatkan akademisi, tokoh masyarakat, serta tokoh masyarakat.

BACA  Isu Aleg Nyabu, Mencuat di DPRD Pohuwato Gorontalo

“Menyangut hal-hal akibat penerapan PSBB ini kami sudah siap. Termasuk penyedian sembako, bahan pangan bagi masyarakat terdampak, kami sudah siapkan anggarannya,” tegas Rusli Habibie.

Rusli Habibie menekankan dirinya tak ingin kondisi wabah corona telah parah, baru kemudian pemerintah menyetujui usulan PSBB.

Bila itu terjadi, maka bagi Rusli Habibie, hal tersebut terlambat.“Corona ini tidak melihat siapa. Mau pejabat, jendral, orang miskin, orang kaya, anak-anak.

Kita tidak pernah tahu kapan dan di mana,” kata Rusli Habibie dengan nada suara agak meninggi.

Kekesalan Rusli Habibie atas tak disetujuinya PSBB cukup berasalan. Sebab saat ini penyebaran wabah corona di Gorontalo tak hanya dari luar daerah saja.

Tetapi sudah di dalam daerah atau transmisi lokal. Di sisi lain, arus masuk orang dari luar daerah Gorontalo masih cukup tinggi.

“Oleh karena itu hari ini saya kembali mengajukan usulan PSBB kedua. Ini kami lakukan sesuai instruksi Bapak Presiden, dan untuk melindungi rakyat,” ungkap Rusli Habibie.(BC-AM)

Tag: , , , ,
Next Post

Sulut Bertambah 3 Pasien Baru, Total Positif Corona 43 kasus

MANADO – Provinsi Sulawesi Utara (sulut) kantongi 43 kasus positif Corona. Jumlah total ini setelah ketambahan 3 pasien baru. Perkebangan jumlah tersebut, sesuai relese yang yang diumumkan update data Nasional maupun pengumuman Tim gugus tugas Penanganan Penyebaran COVID-19 Sulut. “Hari ini kita ketambahan tiga pasien baru yang positif COVID-19. Sebelumnya […]