Heboh PDP Dimakamkan Protap COVID-19, Namun Hasil Laboratorium Negatif

Azis
Petugas makam saat mengangkat peti jenazah PDP COVID-19 atas nama Mawar (27), warga Jalan Lombok Kota Palu, Senin (20/4) malam di pemakaman khusus COVID-19. (Antara)
Bagikan:

PALU – Heboh salah seorang warga Kota Palu yang sebelumnya dinyatakan pasien dalam pengawasan (PDP). Dan dimakamkan berdasarkan protokol kesehatan COVID-19. Di pemakaman khusus COVID di Kota Palu akhirnya dinyatakan negatif.

“Hasil laboratorium resmi negatif dan dikategorikan bukan COVID-19,” kata juru bicara Pusdatina COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah Haris Karimin di Palu, Selasa malam.

Sebelumnya pasien atas nama Mawar (27), warga di Jalan Lombok, Palu Barat, meninggal di RSUD Undata Palu, namun ditetapkan sebagai PDP COVID-19.

BACA  Sembuh Corona di Sulteng Bertambah 11 Orang

Mawar yang meninggal pada 20 April sore, dimakamkan malam hari pukul 23.30 Wita di pemakaman khusus COVID-19 di Poboya.

Pemakamannya hanya dihadiri suamianya Andi Nizar dan beberapa kerabatnya. Sementara keluarganya yang lain hanya menyaksikan pemakaman melalui siaran WhatsApp.

BACA  Wow Pasien Positif Corona di Sulteng Capai 70 Orang, Bertambah 11, Dari Buol 10 dan Tolitoli Satu

Pemakaman almarhumah mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dengan iring-iringan kendaraan pengawal kepolisian dan petugas kesehatan.

Almarhumah yang rencananya akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Bayoge, mendapat penolakan keras dari warga setempat karena beredarnya berita almarhumah berstatus PDP COVID-19.

Haris mengatakan status PDP almarhumah telah dihapus dari daftar Pusdatina COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah yang sebelumnya terdaftar dengan status menunggu hasil laboratorium.

BACA  Update Pasien Corona Sulteng, 5 Orang Positif, ODP Jadi 363 Orang

“Kami dapat konfirmasi negatif sejak kemarin (Senin, 27/4), dan sudah dihapus dari daftar PDP meninggal dunia menunggu hasil laboratorium,” katanya.

Haris berharap agar nama baik keluarga dikembalikan dan masyarakat tidak mengucilkan keluarga almarhumah. Karena sebelumnya keluarga yang ditinggalkan sempat dikucilkan oleh warga sekitar. Akibat beredarnya berita terkait status almarhumah.(Antara/BC-AM).

Tag: , , ,
Next Post

Bocah 8 Tahun Positif, Corona Gorontalo 15 Orang

GORONTALO – Tim gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Gorontalo mengkonfirmasi penambahan kasus terbaru di Gorontalo. Hasil pemeriksaan balai besar laboratorium kesehatan (BBLK), Makassar, Selasa (28/4/2020) bocah laki-laki berusia 8 tahun terpapar Covid-19. Dengan begitu jumlah pasien positif di Gorontalo sudah berjumlah 15 orang, satu diantaranya meninggal dunia dan belum ada […]