Viral Nasi Anjing di Jakarta, Ternyata Isinya…

Azis
Ilustrasi nasi bungkus. Shutterstock.
Bagikan:

JAKARTA – Heboh nasi anjing yang menjadi viral di media sosial. Membuat jajaran Polres Jakarta Utara. Mendatangi tempat pembuatan paket makanan tersebut di Warakas, Tanjung Priok.

Dari hasil pemeriksaan, polisi memastikan Nasi Anjing. Dibuat dengan bahan yang halal. Tak seperti dugaan masyarakat yang mengatakan nasi bungkus tersebut berbahan daging anjing.

“Bahan yang digunakan adalah cumi, sosis sapi, teri, dan lain-lain,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus dilansir suaracom kemarin.

Melihat fakta tersebut, Yusri mengatakan pihaknya menganggap kasus ini. Karena murni salah paham saja. Pihaknya pun segera menggelar mediasi. Antara pemberi bantuan Nasi Anjing. Dengan perwakilan masyarakat Warakas.

BACA  Tujuh Ton Daging Babi dari Jakarta Dimusnahkan Barantan di Poso Karena Terinfeksi Virus ASF

Pihak pemberi bantuan, ARK Qahal, juga diminta membuat video klarifikasi terkait istilah Nasi Anjing tersebut.

“Kami juga meminta pihak pemberi makanan untuk mengganti istilah Nasi Anjing dengan istilah lain yang tidak menimbulkan persepsi lain,” kata Yusri.

Karena Porsinya lebih Besar dari Nasi Kucing

Warga sekitar Masjid Babah Alun Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.  Merasa dilecehkan setelah mendapat bantuan sebungkus makanan cepat saji dari ARK Qahal.

BACA  34 Mahasiswa Sekolah Teologi Bethel Petamburan Jakarta Positif Corona

Warga merasa tersinggung karena terdapat cap kepala anjing di bungkus nasi bantuan tersebut.

Selain cap kepala anjing, juga terdapat tulisan ‘Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing, #jakartatahanbanting’.

“Warga yang menerima makanan tersebut merasa dilecehkan dengan pemberian bungkusan nasi dengan tulisan Nasi Anjing,

Dengan asumsi bahwa isi dari bungkusan makanan adalah daging anjing. Serta kenapa warga umat muslim diberikan makanan anjing,” ujar Yusri.

Agar masalah ini tidak semakin besar, polisi kemudian segera melakukan penyelidikan dan memeriksa kelompok ARK Qahal.

BACA  Tujuh Ton Daging Babi dari Jakarta Dimusnahkan Barantan di Poso Karena Terinfeksi Virus ASF

Kepada polisi, mereka mengaku sengaja menamai nasi bungkus tersebut dengan nama Nasi Anjing. Namun, pihak pemberi tak ada niat untuk melecehkan pihak yang menerima bantuan tersebut.

ARK Qahal mengatakan nama Nasi Anjing dipilih karena porsi nasi yang lebih besar dibanding Nasi Kucing. Selain itu, mereka menganggap anjing merupakan hewan yang setia.

Sehingga tak ada unsur pelecehan pada pemilihan diksi hewan berkaki empat itu untuk makanan. (Suara/BC-AM).

Tag: , , , ,
Next Post

Tips Tetap Bugar, Ala Kiper Bali United Nadeo Argawinata

JAKARTA – Menjaga tubuh tetap bugar dan sehat selama berpuasa. Maka penjaga gawang Bali United Nadeo Argawinata berbagi tips. Yakni dengan ‘senjata rahasia’-nya itu dia pun bisa tetap menjalani aktivitas latihan tanpa kendala. Nadeo menyatakan bahwa dirinya rutin mengonsumsi susu dan vitamin untuk menjaga kebugarannya selama berpuasa. Selain itu, tentunya […]