Pemakaman Bojes, Ibunya Histeris hingga Pingsan

Azis
suasana pemakaman Bojes di TPU Pobaya<(F,istimewa)
Bagikan:

PALU – DPO Teroris Poso Bojes alias Mohammad Wahid dimakamkan, ibunya Yuni (36) histeris hingga jatuh pingsan. Saat dihadapkan dengan liang lahat anaknya. Tangis tak bisa ia tahan saat tanah menulai menutup jenazah anak pertamanya itu.

Ibu dari salah satu DPO Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang tertembak mati ini tak rela anaknya dikuburkan di Kota Palu.

Besar keinginan keluarga untuk membawa jenazah kembali pulang ke kampung halaman dan dimakamkan di tanah kelahirannya.

Hampir pukul 02.00 WITA, kemarin (19/11) dini hari, dua jenazah DPO teroris Poso itu dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Poboya, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

BACA  DPO MIT Poso, Bojes Terlihat di Palu, Polisi Lakukan Pengejaran

Kedua jenazah dibawa ambulans dari Rumah Sakit Bhayangkara, Kemarin (19/11), sekitar pukul 01.38 WITA.

Dengan pengamanan dan penjagaan ketat, kedua jenazah akhirnya diputuskan untuk dimakamkan di Kota Palu.

Hal ini sempat mendapat penolakan dari keluarga salah satu DPO terduga teroris Poso yakni Wahid alias Aan alias Bojes.

Yuni sangat tidak setuju jika anaknya itu dikuburkan di Kota Palu dan tidak disaksikan keluarga besar di Desa Bolano Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Yuni bersama suaminya Rahim dan beberapa anggota keluarga tiba di TPU Poboya, pukul 02.10 WITA.

Keluarga tidak sempat menyaksikan dari awal proses pemakaman. Di depan kubur Wahid, Yani jatuh pingsan.

BACA  DPO MIT Poso, Bojes Terlihat di Palu, Polisi Lakukan Pengejaran

Ia terus menyebut nama Wahid, disusul istighfar. “Wahid, ya Allah Wahid. Astaghfirullah,” sebut Yuni berulang kali.

Advertisement

Yuni terpaksa harus diangkat kembali ke mobil karena tubuhnya yang sudah lemas dan tak berdaya.

Yuni memang memberanikan diri untuk menengok sisa proses pemakaman anaknya. Sementara suaminya dan beberapa anggota keluarga lainnya memilih menunggu di dalam mobil.

Melihat istrinya, Rahim pun menjadi sedih sambil menenangkan Yuni. “Sabar, ikhlaskan sudah,” ucap Rahim.

Dimakamkan di TPU Poboya

Sebelumnya saat proses negosiasi dengan pihak rumah sakit dan kepolisian, orang tua Wahid meminta agar jenazah anaknya diizinkan kembali ke Desa Bolano Barat.

Sayangnya harapan kedua orang tua Wahid tidak bisa dikabulkan dengan alasan dua DPO terduga teroris Poso harus tetap dimakamkan di Palu.

BACA  DPO MIT Poso, Bojes Terlihat di Palu, Polisi Lakukan Pengejaran

“Pertama katanya bisa dibawa kembali makanya kita ikut, tapi ini tidak bisa harus dimakamkan di Palu,” tutur Yuni.

Kesedihan Yuni menjadi saat melihat proses pemakaman anaknya. Harapan keluarga pun sirna sudah dan janji awal polisi akan membawa kembali jenazah Wahid pupus.

“Sudah dijanji, orang di sana juga terima kalau anakku dimakamkan di tempat kelahirannya. Ada surat juga dari desa,” ungkap Yuni.

Sayang sekali Yuni tidak sempat menyaksikan proses pemakaman sampai selesai. Keluarga pun yang kecewa akhirnya meninggalkan TPU Poboya. (Kumparan/BC-AM)

Advertisement
Tag: , ,
Berita Berikut

Mantan Pejabat Gorontalo Ditahan, Dugaan Korupsi GORR

GORONTALO- Mantan Pejabat Gorontalo Ditahan, Dugaan Korupsi GORR. Tersangka yang mantan Kepala Biro Pemerintahan Pemerintah Provinsi Gorontalo berinisial AWB ditahan Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo. Atas dugaan korupsi pembebasan lahan Gorontalo Outher Ring Road (GORR) kemarin (23/11/2020). Penahanan AWB saat dirinya menjabat PPK pembebasan lahan Gorr tahun 2014-2017. BACA  DPO MIT […]