Ketua DPRD Poso Bantah, Kasus Pencemaran Nama Baik Dihentikan

Azis
Bagikan:

POSO- Ketua DPRD Kabupaten Poso Sesi Kristina Darmawati Mapeda SH,MH. Membantah isu yang berkembang pihaknya telah menarik laporan pencemaran nama baik.

“Kasus itu sedang dalam proses dan saya sudah menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum sebagai pelapor.  Dan disini saya hanya sebagai saksi Korban.

Dan saya sampaikan kepada kuasa hukum saya silakan proses secara hukum kalau bisa dipercepat. Agar kasus itu segera dituntaskan,” ungkapnya. Saat dikonfirmasi diruang kerjanya kemarin.

Selanjutnya Aleg Golkar ini menyampaikan, pada prinsipnya dirinya tidak ada unsur apapun,  dengan laporan kasus ini.

“Semua ini murni untuk menegakan hukum. Biar menjadi pelajaran buat masyarakat bahwa negara ini ada aturannya.  Tidak boleh bertingkah semena-mena terhadap orang lain yang belum tentu bersalah,”bebernya

Sesi menjelaskan, sesuai tuntutan penasehat hukumnya terkait pencemaran nama baik, menyangkut nama Lembaga secara kader.

“Serta terjadi Intimidasi terhadap saya dengan cara pengeledahan secara paksa yang dilakukan oleh belasan orang beberapa waktu yang lalu.

Sehingga menimbulkan keributan. Untungnya pihak Panwaslu segera datang dan melakukan pemeriksaan terhadap saya dan hasilnya dikeluarkan surat saya tidak terbukti melakukan money politik,”ungkapnya.

Advertisement

Sesi mengungkapkan, mengenai para pelaku yang terlibat dalam pengerebekan saat itu. Kini  mereka masih dalam pemeriksaan,”ungkapnya.

Klarifikasi Beras dan Plat Nomor

Disinggung soal video tentang pengeledahan alat kampanye berupa kalender dan gelas serta satu karung beras.  “Bersamaan dengan plat mobil yang katanya saya gunakan palsu.

Perlu saya luruskan kembali kalender, gelas itu sisa kampanye yang saya ambil masi tersisa untuk diamankan ke Poso. Dikarenakan sudah menjelang Minggu tenang. Dan tidak ada yang sempat kami turukan dalam mobil,”ungkapnya.

Mengenai beras yang ada dalam mobil, menurutnya beras tersebut pemberian dari Kakaknya untuk keperluan rumah tangga.

“Dan mengenai plat nomor palsu, itu Nomor polisi terdaftar DD 6001. yang dimiliki anak saya kebetulan anak saya pindah tugas di Bali Mobilnya ditinggalkan ke saya,”ungkapnya.

Dan kemungkinan menurutnya plat yang digunakan sopir ketika berjalan ke daerah tertentu. “Saya hanya penumpang mengenai ganti plat itu, bukan saya lakukan melainkan insiatif para sopir.

Dan biasanya persoalan seperti itu sering dilakukan oleh pejabat lainya,”tandasnya.(Awi/BC-AM).

Advertisement
Tag: , ,
Berita Berikut

Korupsi Jiwasraya, Barang Bukti dan 13 Tersangka Diserahkan ke JPU

JAKARTA – Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung.  Telah melakukan serah terima tanggung jawab. Tersangka dan barang bukti 13 berkas perkara tersangka korporasi perkara korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). “Seluruh berkas perkara itu diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum pada Direktorat Penuntutan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana […]