Polisi Temukan Pelaku Prostitusi Terkena HiV dan Satu Hamil Gerebek Home Stay

Azis
Bagikan:

PALU- Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulteng, Kombes Polisi Novia Jaya mengungkapkan. Kasus Penggerebekan dua home stay polisi menetapkan empat orang tersangka. Yaitu berinisial WS (22), HG (26), VR (17), dan MR (17).

“Tersangkanya juga ada anak-anak, kita tidak tampilkan,” ujarnya dilansir sultengterkini kemarin.

Dia mengatakan, para anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar ini. Menjalankan prostitusi awalnya diajak lalu akhirnya sudah menjadi biasa.

“Tidak ada yang ditipu, mereka mau juga,” katanya.

Dia mengungkapkan, dari pengakuannya dalam kasus itu, ada yang bisa melayani delapan dan bahkan 10 pelanggan dalam sehari.

“Mohon maaf ini ada yang sampai melayani delapan, ada juga 10 pelanggan dalam satu hari. Ada juga yang threesome, dua perempuan dan satu laki-laki,” kata mantan Kapolres Parigi Moutong itu.

Dalam penggerebekan di home stay itu, polisi menemukan ada yang sedang berhubungan seks, ada pula lagi mengonsumsi narkoba.

Gunakan Aplikasi Whats Apss dan Me Chat

Ada un barang bukti yang disita dalam penggerebekan itu diantaranya beberapa alat kontrasepsi atau kondom, 13 telepon genggam berbagai merek, pisau, pireks, korek, sedotan, dan lain-lain.

Modus yang digunakan para pelaku adalah korban menerima Booking Order (BO) untuk pelayanan jasa prostitusi melalui aplikasi Whats App maupun “Me Chat” dengan tarif dari Rp 300 ribu hingga 1,5 juta.

Kedua, tersangka mencari pelanggan yang korbannya adalah anak-anak untuk BO pelayanan seksual.

Advertisement

Ketika mereka sudah mendapatkan pelanggan dan terjadi transaksi, yang bersangkutan mendapat upah berupa uang dengan jumlah bervariasi.

Dari hasil pelayanan jasa seksual masing-masing korban memberikan tip kepada muncikarinya mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu.

Dia menjelaskan, korban terpaksa melakukan prostitusi dikarenakan terhimpit permasalahan ekonomi, kurang perhatian orang dan ada masalah di keluarganya.

“Akibat perbuatan itu, ada satu yang terkena HIV, satu lagi hamil,” tutur orang pertama di Ditreskrimum Polda Sulteng itu.

Dari empat orang yang ditetapkan tersangka, dua diantaranya ditahan, dua lainnya tidak, karena anak di bawah umur.

Novia menuturkan, praktik prostitusi online yang dijalankan para tersangka sudah berjalan selama tiga bulan.

“Kasus ini masih terus kita dalami. Kami juga melibatkan instansi terkait dalam penanganan kasus ini,” katanya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 88 Jo pasal 76 huruf (i) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002.

Tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 296 KUHPidana, diancam dengan pidana penjara maksimal 10 tahun dan maksimal Rp 200 juta. (ST/BC-AM/Hms-pol)

Advertisement
Tag: , , ,
Berita Berikut

Banjir Flores Timur 44 Warga Tewas, 7 Hilang

JAKARTA – Korban banjir bandang dan tanah longsor di Flores Timur bertambah menjadi 44 orang berdasarkan data terbaru sore ini. Sebanyak 7 orang lain dinyatakan hilang. Perkembangan ini dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pada Minggu (4/4/21) pukul 15.00 WIB. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati […]