Tangkap Bandar dan Pengedar Narkoba, BNN Sulteng Amankan Ratusan Gram Sabu

Azis
Bagikan:

PALU- Peredaran ratusan gram narkotika jenis sabu-sabu. Berhasil digagalkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Selain itu BNN mengamankan barang bukti. BNN juga menangkap para tersangka penyalahgunaan narkoba di dua lokasi berbeda. Yakni di Kelurahan Kayumalue Kecamatan Palu Utara, pada Rabu (19/5), pukul 13.30 Wita.

Dan di Jalan Purnawirawan, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Selatan, Selasa (25/5) pukul 20.00 Wita,”ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulteng. Brigjen Pol. Monang Situmorang dalam keterangan persnya, Rabu (27/05/21).

Selanjutnya Monang Situmorang mengungkapkan. Penangkapan ini berawal dari tim gabungan pemberantasan BNNP Sulteng. BNN Kota Palu dan BNNK Donggala mendapat informasi dari masyarakat.

Bahwa telah terjadi transaksi sabu di sebuah rumah di Jl. Pagaru Lemba, Kelurahan Kayumalue Pajeko, Kecamatan Palu Utara.

Kemudian Tim Gabungan melakukan penyelidikan, dan langsung melakukan penangkapan terhadap tujuh orang tersebut.

“Tujuh orang itu atas nama Muh Faisal, Muh Rifaldi, Anand Suryasyah, Afid Firmansyah.  Erik, Fkiriyanto dan Yunita yang merupakan bandar Narkoba yang berada di Kelurahan Kayumalue Pajeko,” ungkapnya.

Selanjutnya, tim melakukan penggeledahan rumah, dan mendapatkan 139 bungkus Narkotika jenis shabu yang terdiri dari 1 bungkus ukuran besar. Enam bungkus ukuran sedang. Serta 132 bungkus ukuran kecil yang dikuasai oleh tiga orang yaitu Muh Faisal, Muh Rifaldi, Anand Suryansyah.

Sedangkan empat orang lainnya yaitu AFID Fiirmasyah, Erik, Fikri Yanto dan Yunita tidak ditemukan narkotika jenis shabu. Atau barang bukti lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana narkotika.

Berdasarkan hasil interogasi terhadap Muh Faisal, sabu tersebut diperoleh dari Andika di Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga Kota Palu.

Menurutnya, proses penangkapan dan penggeledahan berjalan aman terkendali. Namun tim mendapatkan perlawanan dari sekelompok masyarakat Kayumalue Ngapa.

Dengan melemparkan batu ke petugas, sehingga petugas mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan kelompok tersebut.

Selanjutnya tujuh orang tersebut dan barang bukti dibawa ke Kantor BNNP Sulteng untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

139 Bungkus Narkotika

Adapun barang bukti yang ditemukan di Kayumalue,139 bungkus narkotika jenis shabu yang terdiri dari 1 ball ukuran besar. 6 bungkus ukuran sedang, 132 bungkus ukuran kecil. Total berat bruto 89,09 gram.

Advertisement

Kemudian, satu buah rak plastik warna hijau, satu buah kotak jam warna hitam putih, lima pak plastik klip kosong. Dua buah timbangan digital, satu buah sendok shabu, dua buah alat hisap (bong).

Satu buah tas kecil warna loreng, satu unit HP merk nokia warna biru, satu unit HP merk Xiomi warna gold, satu unit HP merk Samsung lipat warna hitam putih. Dan satu buah dompet warna hitam berisikan uang tunai sebanyak Rp 650 ribu.

Penangkapan di Jalan Tatura

Sementara, berselang seminggu, kembali pihaknya melakukan penangkapan di jalan Purnawirawan, Kelurahan Tatura Utara Kecamatan Palu Selatan, Selasa (25/5) pukul 20.00 Wita.

Tim pemberantasan BNNP Sulteng mendapat informasi dari masyarakat.  Bahwa telah terjadi transaksi narkotika jenis shabu di sebuah rumah di Jl. Purnawirawan II ,Kelurahan Tatura Utara.

Kemudian tim melakukan penyelidikan dan langsung melakukan penangkapan, terhadap satu orang warga bernama Andika Candra Gunawan. Yang diduga merupakan pengedar dan kurir narkoba yang berada di Tatura Utara.

Kemudian tim melakukan penggeledahan rumah dan mendapatkan 16 bungkus Narkotika jenis shabu yang dikuasai oleh tersangka Andika Candra Gunawan .

“Berdasarkan hasil interogasi terhadap Andika Candra Gunawan ini bahwa narkotika jenis shabu tersebut. Milik Rustam Alwi (Narapidana Lapas Palu) dengan cara membuang alamat.

Awalnya sekitar pukul 17.00, Rustam Alwi menelpon tersangka Andika Candra Gunawan. Untuk menyuruh menjemput shabu di sekitar Jalan Darussalam, Tatura Utara dengan menggunakan sepeda motor miliknya,” ungkapnya.

Setelah Andika mendapatkan shabu tersebut, kemudian tersangka pulang ke rumah lalu menyimpan shabu tersebut didalam kamar tepatnya dalam lemari.

Kemudian pada Rabu (26 /5/21), sekitar pukul 20.00 wita tim melakukan pengembangan ke Lapas Palu dan berhasil menjemput Narapidana Rustam Alwi.

“Adapun barang bukti yang ditemukan berupa 16 bungkus narkotika jenis shabu, yang terdiri dari 15 ball dan 1 bungkus ukuran kecil. Total berat bruto 750 gram,” sebutnya.

Lalu dua buah timbangan digital, satu unit handphone merk Samsung warna hitam, satu dompet warna hitam, satu kantong plastic warna hitam,
dua sendok shabu, dua buah kartu ATM, dan uang tuna tunai sebanyak Rp645 ribu.

Kemudian lagi, satu unit handphone merk Oppo warna hitam, satu unit handphone merk Oppo warna gold. (MAL/BC-AM).

Advertisement
Tag: , , ,
Berita Berikut

Serahkan Sertifikat Lahan Huntap, Wamen ATR/BPN Disambut Tarian Adat Modero

PALU- Kunjungan kerja Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Dr. Surya Tjandra, S.H. LL.M. Dalam rangka Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Sulawesi Tengah sedikit unik, Kamis (27/5/21). Pasalnya kedatangan rombongan di hotel Sultan Raja Jalan, Dr. Abd. Rahman Saleh Palu. Selain disambut […]