Kakek di Pamona Diamankan Polisi Diduga Cabuli Cucunya Hingga Hamil

Azis
Bagikan:

POSO- Kakek di Pamona Barat Kabupate Poso bernisial YK (49) diamankan Kepolisian Resor (Polres) Poso. Karena diduga melakukan pencabulan kepada anak di bawah umur sebut saja Bunga, yang tak lain adalah cucu tirinya.

Kapolres Poso AKBP Rentrix Ryaldi Yusuf, membenarkan kejadian. Menurutnya pelaku YK menyetubuhi bunga kurang lebih 7 kali hingga hamil. Saat itu bunga masih duduk di kelas 3 SD sampai dengan kejadian terakhir kelas 3 SMP.

Kapolres menjelaskan, kronologi dan modus dari sang kakek, berawal dari YK yang kesehariannya sebagai tukang sensor kayu di hutan, mengajak bunga ke hutan untuk menemaninya.

“Saat itu pertama kali mereka melakukan tahun 2015 saat korban masih di bangku SD. Korban dibujuk dan dirayu, sekaligus korban diberikan uang kurang lebih Rp 50.000 agar tidak memberitahukan kepada neneknya yang merupakan istri YK itu.

Peristiwa itu terjadi berulang terus kurang lebih 7 kali,” ujarnya kemarin (7/6/2021).

AKBP Rentrix menambahkan, antara tahun 2019-2020 YK menyetubuhi Bunga sebanyak 4 kali, dengan waktu dan hari yang berbeda.

Advertisement

Saat itu bunga telah duduk di kelas I SMP. Pada bulan Januari 2019 dan Oktober 2020, YK menyetubuhi Bunga di rumah saat keadaan sepi.

Ketika ada kesempatan kembali lagi pelaku melakukan aksi bejatnya. Yk mengajak bunga pergi ke hutan di Desa Peura, Kecamatan Pamona Puselemba.

“Itu kejadian yang ke empat kali, tepatnya bulan 28 November 2020,” kata Kapolres, berdasarkan pengakuan pelaku.

Adapun terungkapnya kasus tersebut kata Kapolres, berawal dari kecurigaan salah seorang guru yang melihat kondisi fisik Bunga yang mencurigakan.

Sehingga, pihak sekolah memanggil nenek korban yang juga istri pelaku untuk hadir di sekolah dan membahas porsoalan kelainan tubuh Bunga.(kumparan/hmspol/Ram).

Advertisement
Tag: , ,
Berita Berikut

Diterbangkan dari Makasar, Jenazah Wabup Sangihe Tiba di Manado

MAKASAR – Jenazah Wakil Bupati (Wabup) Sangihe Helmud Hontong tiba di Manado. Setelah diterbangkan ke Manado dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 14.00 Wita, Kamis (10/6/21). Dia sebelumnya meninggal dunia dalam penerbangan dari Denpasar menuju Ujungpandang pada Rabu (9/6) sore. Stakeholder Relation Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Iwan Risdianto […]