Jembatan Ambruk, Pemda Poso Dituding Tak Responsif

Azis
Kondisi jembatan darurat yang dibangun masyarakat.(ist)
Bagikan:

LORE (Berita.Click)- Jika kita melewati ruas jalan raya antara desa Mekarsari dan desa Tamadue tampak sebuah jembatan ambruk disampingnya di bangun jembatan kayu darurat disertai posko penjagaan buka tutup.

Bagi pengguna jalan yang mengendarai roda dua di kenakan biaya Rp5000/sekali lewat dan kendaraan roda empat. Atau selebihnya di pungut biaya Rp20.000/sekali lewat. “Kecuali anak sekolah dan ASN yang lagi dalam tugas di desa Mekarsari Kecamatan Lore Timur Kabupaten Poso,”ungkp sejumlah sumber.

Menurut seorang warga yang dikonfirmasi media ini di jembatan sungai Salu desa Mekarsari (01/04/23). Keadaan ini sudah berlangsung sejak bulan januari 2023.

BACA  Kabag Humas Poso Bantah Selingkuh, Dicemarkan Tulisan Digrebek Warga

Lebih jelas di katakan sumber yang namanya enggan diberikan. Jembatan sungai Salu ambruk akibat di terjang banjir bulan desember 2022.

lebih sebulan warga desa Mekarsari dan desa Tamadue harus melakukan perjalanan sangat jauh di jalan alternatif. Untuk sampai di jalan propinsi agar bisa mencari bahan kebutuhan pokok. Maupun urusan di ibukota kecamatan dan kabupaten,” tegasnya.

Jembatan Darurat

Menurut sumber untuk mengantisipasi kondisi yang kian memburuk terpaksa Kades Tamadue bersama sejumlah warganya. Membangun jembatan darurat dari bahan kayu secara swadaya untuk menutupi biaya pembangunan terpaksa melakukan pungutan seperti yang tertulis di papan di pos penjagaan.

BACA  Pemda Poso Raih Penghargaan Merdeka Award

“Kami warga sangat bersyukur adanya upaya ini meski harus merogo kantong setiap lewat di jembatan ini sejak bulan januari ini daripada menunggu pembangunan jembatan baru yang sampai sekarang tidak jelas kabarnya dari pemda Poso ” ungkapnya.

penampakan posko tempat warga melakukan pungutan.9ist)

Sumber berharap agar pemda lebih responsif karena jembatan Salu merupakan urat nadi perekonomian yang sangat intens untuk sesegera mungkin di tanggapi dan di lakukan realisasi nyata di lapangan.

Camat Lore Timur Ferdiyanto Tarakolo yang di konfirmasi, mengatakan sejak jembatan Salu ambruk desember tahun 2022. Pihaknya telah mengusulkan adanya pembangunan jembatan sungai Salu.

BACA  Pro kontra Pembongkaran Jembatan Yondo Mpamona, FRARP Gelar Demo

Namun karena akhir tahun anggaran pembangunan yang nilainya diatas Rp1 miliar tidak tersedia saat itu.

“Terpaksa harus menunggu ketersediaan anggaran baru pada tahun ini kata camat Ferdyanto .

Selanjutnya “Pembangunan jembatan Salu akan segera dilaksanakan dan proses tendernya telah di laksanakan” ucap Camat Lortim.

kondisi jembatan (ist)

Mengenai pungutan setiap kendaraan yang lewat di jembatan darurat di sungai Salu menurut camat Ferdiyanto Tarakolo adalah hasil dialog antara camat Lore Timur. Kades Mekarsari dan Kades Tamadue untuk menutupi anggaran pembuatan jembatan darurat.

“Dimana proses pembangunan jembatan darurat di kerjakan bersama oleh desa Mekarsari dan Tamadue ” tutupnya (@BethJeka).

Tag: , , ,
Next Post

Kebakaran Pasar Tatelu, 62 kios kecil, dan 100 lapak Serta 1 toko besar Rata Diamuk si Jago Merah

AIRMADIDI – Kebakaran yang melanda Pasar Tatelu, sedikitnya 62 kios kecil, dan 100 lapak. Serta 1 toko besar rata dengan tanah saat diamuk si jago merah. Peritiwa yang diduga dipicu arus pendek, pasar tradisional terbesaar yang terletak di Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut. Terjadi kemarin malam (03/04/23). Kerugian ditaksir […]