Pengusaha Kuliner di Gorontalo Aniaya Mantan Istri Hingga Babak Belur

Azis
korban pengusaha kuliner.(Ist)
Bagikan:

GORONTALO – Jelang buka puasa, kemarin sore (02/04/23). Seorang Ibu muda, Berlin Hiola (28) menjadi bulan-bulanan mantan suaminya ZL. Kejadian penganiyaan secara brutal oleh mantan suaminya tersebut, membuat hidung korban berdarah dan beberapa bagian tubuhnya bengkak.

Dilansir gopos, Berlin Hiola menceritakan kejadian yang menimpanya bermula ketika Berlin di Chat melalui WhatsApp oleh mantan suaminya ZL yang juga merupakan pengusaha kuliner di Kota Gorontalo. Untuk menjemput anak mereka yang tinggal di kediaman ZL yang berada di Jalan Kenangan, Kelurahan Wumialo Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo.

“Sore tadi sekitar pukul 17.00 WITA, Saya diminta untuk menjemput anak saya di rumah mereka. Kebetulan anak saya tinggal di rumah mantan suami saya,” ucap Berlin malam tadi mengawali pembicaraannya.

Setiba di rumah tersebut, Berlin menjumpai ZL dan menanyakan keberadaan anak mereka. Hanya saja ZL mengatakan bahwa anak mereka sudah tidur. Karena merasa khawatir akan kondisi anaknya, Berlin langsung masuk ke dalam rumah untuk mengecek anaknya.

“Saya langsung masuk, karena waktu di Chat dia (pelaku) dengan nada keras meminta anak saya untuk dijemput. Saya khawatir, karena di samping itu, samar-samar terdengar suara anak saya yang ketakutan, sementara posisi saya masih jualan di lapak dan cepat-cepat meminta teman untuk mengantarkan saya ke rumah si dia,” sambungnya.

Bagian Dahi, Tangan, Bahu Kiri dan Kepala Mengalami Bengka

Sampai di rumah dirinya dihadang, tidak diizinkan masuk ke dalam rumah. “Saya memaksa, dan melihat anak saya belum tidur dan terkesan disembunyikan. Saya langsung ambil dan membawa anak saya. Hanya saja saya dihadang dan tidak diizinkan membawa anak saya. Padahal di awal anak saya diminta untuk dijemput,” beber Berlin dengan kondisi yang masih shok.

Karena itulah terjadi perselisihan sehingga terjadi adu mulut antara keduanya. Naas bagi Berlin, emosi yang memuncak dari ZL membuat Berlin menerima beberapa kali hantaman pukulan dengan tangan terkepal yang mengenai bagian kepala belakang, bahu kiri, dahi, kaki, dan tangan.

“Saya mencoba untuk menutup wajah saya agar pukulan itu tidak mengenai wajah,” kata Berlin. Akibatnya bagian dahi, tangan, bahu kiri dan kepala bagian belakang mengalami bengkak akibat pukulan tersebut. Serta benturan keras di bagian kepala membuat hidung Berlin mengeluarkan darah. Kasus inipun sudah dilaporkan Berlin ke Polsek Kota Tengah.

“Saya berharap agar aparat kepolisian dapat bertindak cepat. Terutama untuk melindungi anak saya. Saya takut anak saya mengalami tekanan mental dan trauma atas kejadian ini,” ucap perempuan 28 tahun itu.

Berlin mengaku bahwa dirinya usai melakukan pengambilan visum dan laporan di Polsek Kota Tengah langsung balik ke rumah, sebab merasa trauma dan bukan hanya dianiaya secara fisik namun juga secara mental. (gps/TR-03

Tag: , ,
Next Post

424 Kali Gempa Terjadi di Sulteng Tiga Bulan Terakhir

PALU – Kurang lebih 424 kali kejadian gempa tektonik di Provinsi Sulawesi Tengah. Kurun waktu tiga bulan terakhir atau sejak Januari hingga Maret 2023. Jumlah ini sesuai catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palu. “Frekuensi gempa kali ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022. Yakni sekitar 167 […]