Bawaslu Butuh Dukungan Komponen Masyarakat

Azis
sosilisasi pangawasan partisipatif di Ampana Kota (humas).
Bagikan:

AMPANA(radarpost) – Bawaslu Sulteng tidak akan mampu melakukan seluruh pengawasan terhadap tahapan Pemilu. Karena jumlah DPT mencapai 2 juta lebih. Sementara pengawas Pemilu yang ada di Sulteng berjumlah 8.889 orang mulai dari provinsi sampai tingkat pengawas PPS.

“Maka solusi yang dibangun Bawaslu, adalah melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk melaksanakan tugas-tugas pengawasan.

Dan memberikan masukan kepada Bawaslu dan menyampaikan laporan kepada Bawaslu, dalam rangka melakukan pencegahan pelangaran Pemilu,”ungkap Ketua Bawaslu Provinsi Jamrin.

Pada kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif tahun 2023, di salah satu hotel di Ampana Kota, Kabupaten Tojo Unauna (Touna), Senin (10/04/23).

Foto bersama usai pembukaan sosilisasi pangawasan partisipatif di Ampana Kota (humas).

Sehingga itu senada dengan Ketua Bawaslu Provinsi. Ketua Bawaslu Touna, Abas mengharapkan.

Para perwakilan ormas, mahasiswa, pelajar SMK dan SMA secara langsung ikut membantu Bawaslu. Dalam hal pengawasan di dalam tahapan-tahapan Pemilu 2024 mendatang.

“Karena Bawaslu itu sangat kurang personelnya, sementara letak geografis Touna ini cukup luas,” ungkap Abas.

Dengan banyaknya titik kegiatan nanti, menurutnya Bawaslu membutuhkan informasi terkait kegiatan dugaan pelanggaran di daerah-daerah yang dimaksud.

“Saya berharap kepada masyarakat, dengan diadakannya kegiatan ini betul-betul bisa membantu Bawaslu dalam melaksanakan tahapan-tahapan Pemilu selanjutnya,” papar Abas. (Gatot).

Tag: ,
Next Post

Tolak UU Ciptaker, Demo di DPRD Provinsi Gorontalo Ricuh, Satu Polisi Luka

GORONTALO – Demonstrasi mahasiswa menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja di Kantor DPRD Gorontalo berujung ricuh. Mahasiswa dan polisi terlibat saling dorong hingga terjadi insiden fasilitas pagar rusak hingga satu polisi luka kena lemparan batu. Dari pantauan, aksi demonstrasi mahasiswa awalnya berjalan damai. Aksi dimulai sekitar pukul 15.30 Wita. Terlihat masa […]