Gelar Profesor Mantan Rektor Universitas Tadulako Palu Dicabut

Azis
Mantan Rektor Universitas Tadulako Palu Muhammad Basir Cyio (IsT)
Bagikan:

PALU – Diduga terlibat kasus korupsi dan manipulasi nilai Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS. Gelar profesor mantan Rektor Universitas Tadulako Palu Muhammad Basir Cyio dicabut.

Keduanya dianggap melanggar disiplin PNS. Sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 94 tahun 2021.

“Iya, betul. Informasi dari Rektor dan tim pemeriksa terhitung sanksinya mulai diterapkan nanti tanggal 2 Mei 2023,” ungkap narasumber yang enggan disebut namanya, dilansir suara sulsel, kemarin 11 April 2023.

Sumber menyebut tim gabungan dari Sekjen, Itjen, pihak internal kampus seperti Kelompok Peduli Kampus (KPK) Universitas Tadulako sudah melakukan penyelidikan kasus tersebut sejak tahun lalu. Basir Cyio dijatuhi sanksi berat karena dua pelanggaran.

“SK-nya sudah diserahkan tadi sama Dekan Pertanian,” ungkapnya.

Selain karena manipulasi nilai puluhan peserta CPNS, juga karena diduga tindak pidana korupsi. Terkait pembentukan sejumlah lembaga non-OTK IPCC Universitas Tadulako senilai miliaran rupiah.

“Yang terhukum punya waktu untuk mengajukan keberatan dan sanggahan selama 14 hari. Makanya SK-nya harus diberikan dari sekarang. Kalau proses hukumnya di Kejaksaan berjalan sendiri,” tegasnya.

Basir Cyio juga diturunkan pangkatnya setingkat lebih rendah selama 12 bulan. Artinya, jabatan fungsional guru besar yang telah dijabat Basir sejak 2004 harus turun ke Lektor Kepala.

Sementara untuk Amir Makmur dipecat sebagai PNS. Ia secara meyakinkan terlibat dalam manipulasi nilai CPNS dan menghilangkan barang bukti berupa dokumen hasil pengolahan data.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Muhardi juga membenarkan sanksi tersebut. Ia mengaku sudah menyerahkan SK dari Kemenristek ke Basir Cyio dan Amir Makmur.

“Sudah saya serahkan tadi karena saya diminta oleh Rektor,” sebutnya.

Rektor Universitas Tadulako Prof Amar yang dikonfirmasi mengenai kasus ini belum memberi tanggapan. Telepon seluler dan pesan singkat yang dikirimkan juga belum direspon.

Berbesar hati dan Ikhlas

Selanjutnya Basir Cyio dalam pernyataannya di ResponSulteng.com, mengatakan tidak ada langkah yang akan dilakukan terkait pencabutan gelar guru besar ini.

Lewat media tersebut, Basir mengaku berbesar hati dan ikhlas menerima apa pun resiko yang terjadi.

Selaku mantan Rektor Untad sekaligus pengarah panitia penerimaan CPNS Tahun 2018. Basir mengaku tidak mengetahui siapa-siapa yang menitip nomor tes ke Amir Makmur selaku Kepala Bagian Kepegawaian saat itu.(Suara/RS/BC-AM)

Tag: , ,
Next Post

Adik Menteri Pertanian Ditahan Kejati Sulsel, Diduga Rugikan Negara Rp 20,3 M

MAKASSAR – Diduga rugikan negara Rp 20,3 Miliar. Mantan Direktur PDAM Makassar Haris Yasin Limpo (HYL) ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi. HYL diduga bersama-sama dengan Direktur Keuangan pada masanya, Irawan (IA). Melakukan korupsi pada tahun 2016-2019. Keduanya langsung ditahan selama 20 hari ke depan dan mendekam di Lapas Makassar. Kasi […]