Gadis Gorontalo Viral di Medsos Dinikahi Daeng Kakek Asal Sulteng

Azis
Pasangan bahagia beda usia, Daeng Arjun (62) dan Yeyen Thaib (22) di Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.(f. Istimewa)
Bagikan:

GORONTALO (radarposo) – Seorang gadis perawan asal Gorontalo dinikahi Daeng.  Seorang kakek, dari Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi viral di media sosial (medsos).

Pernperbedaan usia keduanya terpaut jauh, membuat pernikahan yang  terjadi di Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, ramai diperbincangkan.

Dimana kakek tersebut bernama Daeng Arjun, umur 62 tahun, warga Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.

Sedangkan gadis muda tersebut bernama Yeyen Thaib, umur 22 tahun.  Warga Desa Kenari, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato.

Dikutif dari sejumlah sumber, pernikahan Yeyen dan Daeng Arjun dilaksanakan di rumah mempelai wanita di Desa Kenari, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato dan di hadiri pihak keluarga baik mempelai wanita dan pihak pria.

Kisah pernikahan kedua mempelai menjadi viral di media sosial melalui akun Facebook Olin Hilimi tidak lain adalah sepupu dari Yeyen Thaib, sang mempelai wanita.

Keluarga mempelai wanita, Omi Hilimi (32) mengatakan, sebelum menikah, Daeng Arjun bersama Yeyen telah menjalani hubungan asmara selama empat bulan. Bahkan Yeyen telah diajak ke kampung halaman Daeng Arjun.

Setelah itu, kedua mempelai sering berjalan bersama di sekitar kampung, sambil menyapa warga dan keluarganya hingga memutuskan untuk menikah.

“Saya ketahui kedua mempelai telah menjalin hubungan cukup lama, hingga akhirnya disetujui oleh keluarga Yeyen untuk dinikahi oleh Daeng Arjun,” ujar Omi.

Omi juga mengungkapkan, Yeyen sejak dulu dikenalnya memang memiliki kecenderungan untuk tertarik kepada pria yang lebih tua darinya.

Olehnya keluarga harus menyetujui keputusan yang diambil oleh mempelai wanita itu.

“Dia (Yeyen) memang cepat tertarik pada pria yang lebih tua darinya, makanya ketika mau dinikahi oleh Daeng Arjun langsung diterima,” ungkap Omi.

Omi menuturkan, pernikahan yang mereka jalani menjadi hak pribadi kedua mempelai, bahkan mereka sudah ditakdirkan berjodoh.

“Kami tidak bisa melarang kehendak mereka berdua,” pungkas Omi.(gps/Hendris)

Tag: , , ,
Next Post

Langgar Kode Etik Berat Dua Anggota Direktorat Samapta Polda Sulteng Dipecat

PALU (radarposo) – Melakukan pelanggaran kode etik berat, dua anggota. Direktorat Samapta Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) dipecat alias Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Pemberhentian keduanya ditandai dengan upacara dipimpin Direktur Samapta Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), Kombes Polisi Richard B Pakpahan, bertempat di Lapangan Apel Ditsamapta Polda Sulteng, Rabu (24/4/2024). Upacara […]