PMII Hingga Mahfud Ikut Komentar
Berita dotclick, JAKARTA – Nama Dr. H. Imam Nahrawi, S.Ag., M.KP. menjadi tranding topik setelah pengumuman KPK yang menjadikannya sebagai tersangka. Kemudian politikus PKB ini menjadi pembicaraan publik tanah air setelah pernyataan mundurnya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga yang dilantik pada 27 Oktober 2014, pada Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf.
Setelah pernyataan pengunduran diri tersebut, beragam komentar pro dan kontra. Diantaranya
dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang menggelar aksi demonstrasi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap penetapan tersangka eks Menpora, Imam Nahrawi yang dinilai berbau politis.
“Imam Nahrawi adalah politisi muda yang berlatar belakang nahdliyin yang penuh prestasi selama menjabat menteri. Penetapan tersangka ini kami duga sangat politis dan melanggar hukum,” kata Koordinator Nasional PB PMII, Muhammad Syarif Hidayatullah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/9) seperti dilansir Rmol.
PMII menduga ada kelompok radikal di balik penetapan Imam Nahrawi ini yang ingin menjatuhkan kader-kader NU. “Selain hal ini diumumkan di masa akhir jabatan pimpinan KPK yang lama (berbau politis), juga terindikasi Kelompok Taliban di tubuh KPK memang menargetkan kader-kader NU,” jelas Syarif.
Eksistensi kelompok Taliban di tubuh KPK dianggap sengaja merongrong Pancasila dengan upaya merusak citra pemerintah dan menargetkan kader-kader NU seperti Imam Nahrawi.”Kami meyakini kelompok mereka merongrong Pancasila dan NKRI dengan menjual nama agama dan khilafah,” pungkasnya.
Berbeda dengan PMII Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengaku bersahabat baik dengan tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI, Imam Nahrawi. Mahfud memiliki pesan khusus kepada sahabatnya dalam menghadapi proses hukum.
“(Imam Nahrawi) Sahabat saya yang baik, mudah-mudahan kuat, sabar dan berani, tegar menjalani proses hukum,” kata Mahfud.
Terkait kemunduran Imam Nahrawi sebagai Menpora, Mahfud menyebut hal ini memang menjadi keharusan. Namun, Mahfud berpesan jika memang Nahrawi benar, dia ingin sahabatnya menghadapi ini semua.
Di kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah Indar Parawansa memilih untuk tidak berkomentar terkait penetapan tersangka Imam Nahrawi. Dia menyarankan untuk menanyakan kepada PKB saja. “Tanya PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) saja,” pungkas Khofifah. (*dtc/RM/BC).